Nono Berharap Hasil Dagangnya Meningkat Setelah Terima Gerobak

Gerobak baru itu diterimanya untuk berjualan kupat tahu dan lontong kari. Sehari-hari, Nono, berjualan kupat tahu dan lontong kari tersebut di Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo. Bantuan gerobak dari Bank DKI Syariah dan Rumah Yatim Area Jawa Barat menjadi suntikan semangat baru baginya.

Menurut Nono, dirinya saat ini tinggal bersama tiga anak dan istinya. Bahkan, salah satu dari anak yang tinggal bersama Nono diangkatnya dari keprihatinan hidup. Sehari-hari dari pukul 06.00 hingga 13.00 Nono harus berjualan kupat tahu dan lontong sayur.

Ia mengatakan, tanggungannya saat ini bertambah dengan adanya anak angkat yang dirawatnya. Namun, dirinya tetap semangat dan ikhlas merawat anak tersebut yang berkondisi yatim sejak usia sembilan bulan. Bahkan, sambung Nono, hadirnya anak tersebut selalu membawa keberkahan dalam hidupnya. “Alasannya karena kasian apalagi ibunya sakit jiwa tidak bisa mengurus dia,” paparnya.

Pendapat sehari-hari Nono biasa digunakannya untuk membiayai anaknya sekolah, serta kebutuhan harian. Rata-rata, kata dia, dalam sehari bekerja pendapatan kotornya 200 hingga 300 ribu rupiah. Hasil itu belum dipotong modal dan biaya lainnya. Saat ini juga, sambung dia, dirinya masih ngontrak.

“Tergantung ramainya juga, segitu itu kotor,” kata Nono, saat berbincang bersama relawan Rumah Yatim, Jumat (16/11) lalu.

Ia menambahkan, dirinya sangat berterima kasih bantuan gerobak dari Bank DKI Syariah dan Rumah Yatim bisa menjadi semangatnya dalam berjualan. Apalagi, lewat program mitra ini ia bisa terus meningkatkan jualannya. Ia juga berharap, dengan diberikannya gerobak baru ini bisa meningkatkan penjualan kupat tahu dan lontong sayur.

“Alhamdulillah terima kasih Bank DKI dan Rumah Yatim, mudah-mudahan penjualan meningkat dengan gerobak baru ini,” tuntasnya.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend