Sebagai pendidik di Asrama Rumah Yatim Monjali, Nuryeni berusaha memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak asuhnya. Untuk memotivasi anak-anak agar giat belajar, mengerjakan tugas dengan baik, dan beribadah dengan taat.

Ia pun memberikan mereka hadiah atau reward dengan memberi barang-barang bermanfaat. Barang tersebut tergantung dari prestasi yang anak asuh capai di asrama.

Namun saat anak-anak sudah tak disiplin dan bersikap di luar batas, ia pun tak segan memberikan hukuman. Terutama saat anak tak mengerjakan piket asrama padahal dia tak berhalangan, dalam artian sakit dan alasan khusus yang dibolehkan lainnya. Atau mereka telat berangkat sekolah dan ketidak disiplinan lainnya.

Biasanya Nuryeni menerapkan hukuman sesuai dengan kelalaian mereka. Jika ada anak asuh yang tidak piket tanpa alasan, maka ia akan memotong uang jajan. Sebaliknya, jika anak-anak disiplin, rajin menjaga kebersihan, rajin shalat tahajud dan menghafal Alquran, maka ada hadiah atau reward untuk mereka.

“Kamar bersih hadiahnya tempat minum, rajin shalat tahajud hadiahnya jam tangan dan khusus untuk hafalan Quran hadiahnya baju gamis,” ujarnya.

Untuk hadiah kamar terbersih diberikan setiap satu pekan sekali, untuk sholat tahajud terrajin diberikan setiap satu bulan sekali, dan untuk hafalan Alquran terbanyak diberikan setiap satu tahun sekali.
Nuryeni menilai, dengan proses hukuman dan hadiah tersebut akan membuat anak semakin disiplin dan semangat dalam melakukan kebaikan.

“Alhamdulillah mereka jera ketika diberi hukuman, dan mereka pun semangat ketika kami berikan hadiah. Kami melakukan ini semata-mata hanya untuk mendidik mereka agar mereka dapat disiplin dan bertanggungjawab,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat