Nyaris Kelaparan, Ruqyah Bahagia Dapat Bantuan Sembako dari Rumah Yatim

Nyaris Kelaparan, Ruqyah Bahagia Dapat Bantuan Sembako dari Rumah Yatim

Karena Corona banyak masyarakat kalangan bawah yang tergoncang ekonomi nya. Salah satu nya yang dialami Nenek Ruqyah, lansia 85 tahun itu hidup dalam keprihatinan digaris kemiskinan bersama dua anaknya. Dia dan keluarganya hidup serba terbatas dan makan seadanya bahkan nyaris kelaparan.

Sebelumnya ia pernah berjualan kopi keliling, namun karena usia senja dan tubuhnya yang kian renta, tak mampu lagi berjualan dan beraktivitas normal. Anak pertama dari nenek Ruqyah terserang penyakit lumpuh selama beberapa tahun, sedangkan anak kedua nya bekerja sebagai kuli bangunan, yang saat ini tengah kesulitan mencari penghasilan untuk sesuap nasi keluarganya.

Meski demikian, ia berharap bisa makan untuk bertahan hidup dalam kondisi yang sulit ini. Beruntung, ada bantuan sembako dari Rumah Yatim cabang Sumatera Utara, pada Rabu (6/5) kemarin.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak untuk para donatur dan Rumah Yatim telah memberikan bantuan ini,” ungkap Nenek Ruqyah dengan penuh antusias, saat tim relawan menyerahkan bantuan di kediamannya, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Sumatera Utara.

Ia mengaku, sejak adanya Covid-19, pendapatan anak kedua nya menurun bahkan tidak ada penghasilan. Untuk itu, ia sangat bersyukur, masih ada yang memperhatikan nasib keluarganya ditengah sulitnya mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

Meskipun tidak begitu banyak, lansia yang telah ditinggal meninggal suami nya itu, tampak bahagia menerima bantuan dari Rumah Yatim. Menurutnya, bantuan ini akan digunakan saat berbuka puasa dan sahur. Raut wajahnya begitu sumringah bahwa kali ini ia dan keluarganya tidak lagi kelaparan.

Hingga 5 Mei 2020 Rumah Yatim telah menyalurkan bahan pokok kepada 15.548 mustahik terdampak Covid-19. Sebaran bantuan tersebut diberikan di 20 Provinsi di Indonesia. Penerima manfaat pula dari sejumlah kalangan seperti pengemudi ojek online, ojek pangkalan, buruh harian, pekerja serabutan, dan lainnya. Penyaluran tersebut juga masih terus dilakukan secara masif oleh Rumah Yatim.

 

Penulis : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend