Pasca Evakuasi, Anak Asuh Lakukan Shalat dan Doa Bersama di Pengungsian

Dampak gempa bumi berkekuatan 6,2 SR, kembali meluluh lantakkan bangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Kamis (9/8) siang. Salah satynya adalah bangunan Asrama Rumah Yatim NTB mengalami kerusakan. Sehingga seluruh pengurus asrama dan anak asuh di evakuasi ke lapangan dekat asrama, dengan mendirikan tenda pengungsian agar lebih aman.

Pasca evakuasi, seluruh anak asuh dan para pengurus melaksanakan shalat berjamaah dan doa bersama di pengungsian lapangan basket tersebut, Kamis (9/8) malam. Kegiatan ini dilakukan untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT agar diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah.

“Dalam kondisi seperti ini kita harus mengajarkan pada anak untuk bersabar, bahwa ini jadikan  pelajaran untuk kita semua agar selalu taat kepada Allah SWT,” ungkap Salma Hasanah selaku pengurus Asrama NTB.

Hingga kini, anak asuh menempati pengungsian untuk sementara waktu hingga kondisi wilayah NTB kembali normal dan kondusif.

“Alhamdulillah, anak-anak aman, walaupun ada yang nangis karena shock, Alhamdulillah pada aman,” ungkapnya pada jurnalis Rumah Yatim.

Ketika gempa terjadi, Salma bersama tim relawan lainnya sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Lombok Utara untuk membagikan bantuan pangan kepada para korban. Namun saat ada informasi gempa susulan, dia bersama tim kembali lagi ke asrama untuk memantau kondisi seluruh penghuni asrama, terutama para anak asuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Kita kaget mungkin karena tiba-tiba ada gempa susulan, kemudian kondisi di asrama juga tidak kondusif, kita balik arah lagi, karena yang kita pikirkan cuma anak-anak,” jelasnya.

Kondisi asrama sedang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Ia berharap, Allah SWT senantiasa melindungi semua warga NTB termasuk anak asuh, agar tetap aman. Serta selalu diberi kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut. Karena menurutnya merasakan guncangan gempa beratus-ratus kali bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi.

“Semoga Allah melindungi kita semua, kita harus tetap kuat dengan doa bersama,” pungkasnya.

 

Reporter: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend