Pendiri YPHP Harap Bisa Kembangkan Lewat Kerjasama Kemitraan Pendidikan

Our Visitor

010386
Users Today : 430
Users Yesterday : 408
Users Last 7 days : 3485
Users Last 30 days : 10385
Users This Month : 9205
Users This Year : 10385
Total Users : 10386
Views Today : 675
Views Yesterday : 781
Views Last 7 days : 6441
Views Last 30 days : 18580
Views This Month : 16643
Views This Year : 18580
Total views : 18581
Who's Online : 1
Your IP Address : 34.204.183.113
Server Time : 2020-02-16
Pendiri YPHP Harap Bisa Kembangkan Lewat Kerjasama Kemitraan Pendidikan

Rumah Yatim Area Jawa Barat jalin kerjasama kemitraan dengan Yayasan Pendidikan Harapan Pertiwi (YPHP). Yayasan Pendidikan Harapan Pertiwi berlokasi di Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Jalinan kerjasama ini merupakan bentuk dukungan Rumah Yatim dalam menunjang pendidikan anak.

Pendiri Yayasan Pendidikan Harapan Pertiwi, Lilis Wati mengatakan, dirinya baru pertama kali menjalin kerjasama seperti ini. Sehingga, kata dia, dirinya belum ada pengalaman sama sekali perihal ke depannya seperti apa. Namun, sebelumnya ajuan kemitraan tersebut sengaja ia lakukan.

“Karena saya juga merasa kurang memberikan operasional kepada para pengajarnya. Sehingga kami mengajukan kerjasama kemitraan tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya di yayasan ini, terdapat 35 anak yang mengampu pendidikan usia dini. Selain operasional, ia juga berharap dengan jalinan kemitraan tersebut bisa meningkatkan kualitas ajar di YPHP. Apalagi, kata Tati, dirinya masih menggunakan barang bekas untuk media pembelajaran yang diperuntukan untuk siswa. “Ingin ada kemajuan secara pendidikannya,” papar Lilis.

Ia berharap, jalinan kerjasama kemitraan tersebut bisa meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di YPHP. Sehingga, hal tersebut bisa berdampak pada kesejahteraan guru, dan kemandirian anak didik di yayasan tersebut.

“Pesannya kami ucapkan terima kasih mudah-mudahan bisa membantu kami,” ungkapnya.

Lilis juga menambahkan, awal mula didirikannya yayasan tersebut adalah akibat rasa prihatinnya atas pendidikan anak usia dini. Karena, kata dia, belum ada di daerah tersebut sekolah yang dikhususkan untuk anak usia dini. Bahkan, sebelum yayasan tersebut berdiri, anak-anak hanya bermain dan tidak sekolah. Hal ini dikarenakan belum masuk usia untuk sekolah dasar.

“Dari sana, saya mendirikan sekolah atas bentuk prihatin atas pendidikan usia dini yang kurang diperhatikan,” tuturnya.

 

Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-05-02 15:56:39

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Powered by

Send this to a friend