Pengasuh Asrama Aceh Prihatin pada Perkembangan Anak Zaman Sekarang

Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli diperingati sangat meriah oleh ratusan anak di Provinsi Aceh. Perayaan dilakukan di kawasan Car Free Day (CFD), Kota Banda Aceh, Minggu (12/8) kemarin. Mengusung tema Genius (Gesit, Empati, Unggul dan Sehat), acara diisii oleh sejumlah permainan tradisional.

Salah satu peserta yang turut ikut meramaikan kegiatan peringatan HAN 2018 di Aceh ialah anak asuh Rumah Yatim Cabang Aceh. Di kesempatan yang ceria tersebut, pengasuh asrama Dewi memberikan tanggapan terkait perkembangan anak di zaman yang serba canggih saat ini.

Ia berharap, sosialisasi permainan tradisional yang ada pada budaya Indonesia harus terus diperkenalkan. Maka, kualitas intelejensi anak bisa terasah dan tidak menjadi pribadi yang tertutup. Apalagi saat ini, masih banyak sifat yang berujung pada tindak ‘bullying’ atau perundungan sesama anak.

“Karena mereka menganggap tidak ada permainan lain selain games di handphone,” tutur Dewi.

Menurut dia, anak zaman sekarang atau lebih dikenal dengan istilah ‘zaman now’ sudah jarang mengenal budaya tradisional. Apalagi, permainan-permainan tradisional seperti congkak, kelereng, grobak sodor, dan lainnya. Dewi juga sangat prihatin anak-anak zaman sekarang lebih sering berimain dan berinteraksi lewat ponsel pintar. Padahal, kata dia, interaksi antar sesama anak bisa meningkatkan kepekaan dan kepeduliaan terhadap sosial.

“Saya pribadi prihatin dengan anak-anak generasi saat ini dimana mereka lebih mengenal handphone ketimbang permainan tradisional yang banyak mengandung nilai-nilai tradisional, kejujuran, kecekatan, dan ketangkasan,” paparnya.

Pasalnya, lewat permainan tradisional yang saat ini diadakan dalam acara HAN 2018 sangat bagus diterapkan. Lewat kegiatan ini, anak bisa berinteraksi secara langsung antar sesama. Apalagi, permainan tradisional saat ini sangat jarang dan susah ditemui di lingkungan sekitar. “Beda dengan handphone yang sifatnya individu,” ujarnya.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend