Penghasilan Anjlok 50 Persen, Penjual Es Dawet di Medan Dapat Bantuan Sembako

Penghasilan Anjlok 50 Persen, Penjual Es Dawet di Medan Dapat Bantuan Sembako

Perantau asal Kota Cilacap, Imam, yang kini sedang berjuang mengais rezeki di Kota Medan mengaku kesulitan dan penghasilannya turun hingga 50 persen. Ia merupakan salah satu pekerja informal yang terkena dampak dari pandemi Covid-19 di Indonesia.

Setiap hari ia berjualan es dawet berkeliling di sekitaran Jalan S. Parman, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Lewat berjualan es dawet itu lah, Imam menggantungkan hidupnya untuk menyambung hidup. Namun sejak penerapan Social distancing atau interaksi sosial dibatasi, ia hanya bisa pasrah dagangannya menjadi sepi pembeli.

“Ya penghasilan saya turun hingga 50 persen, karena masyarakat kan pada diam di rumah, tidak ada yang keluar,” ungkapnya pasrah, Senin (30/3).

Kepala Cabang Rumah Yatim Sumatera Utara, Dasep mengatakan, untuk buruh harian seperti Imam, social distancing ini cukup merugikan. Namun, Imam juga harus memaklumi di tengah pendemi berbahaya ini.

Melihat hal tersebut, Rumah Yatim melakukan aksi peduli dengan memberikan bantuan sembako kepada Imam. Hal itu sebagai upaya membantu Imam dalam memenuhi kebutuhan keluarganya

“Walau penghasilannya menurun, tapi semoga bantuan Rumah Yatim bisa membuat Imam semangat mencari nafkah, dan bisa bermanfaat bagi keluarganya,” pungkasnya

 

 

 

Jurnalis: Anjar Martiana
Redaktur : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
why?
Send this to a friend