Penghasilan Menurun, Opang di Antapani Dapat Bantun Kebutuhan Pokok

Warga Kampung Balangan Bersyukur Rumahnya Disemprot Disinfektan Masyarakat di Kampung Balangan, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY Yogyakarta sangat bersyukur dengan hadirnya Rumah Yatim karena telah membantu mereka dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19, yaitu dengan melakukan penyemprotan disinfektan. "Warga mengucapkan terima kasih, Pak Dukuh berkata bahwa di sana baru di semprot 2 minggu yang lalu dan sangat berterima kasih karena mereka susah untuk mencari bahan desinfektan, dengan adanya penyemprotan dari Rumah Yatim, Pak dukuh berterima kasih dan merasa sangat terbantu," tutur Kepala cabang Rumah Yatim Yogyakarta, Arifin, Jumat (3/4). Arifin menerangkan, Rumah Yatim cabang Yogyakarta telah melakukan penyemprotan di masjid dan seratus rumah warga di kampung tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar Rumah Yatim dalam membantu pemerintah untuk memerangi wabah Covid-19. Tidah hanya berhenti di sana, Ia menambahkan, Rumah Yatim akan terus melakukan penyemprotan secara masif di sejumlah tempat-tempat umum.

Wabah Covid-19 terus memunculkan sejumlah polemik di kalangan masyarakat di Kota Bandung. Karena hingga Minggu 05 April 2020 pukul 16.03, tercatat di laman covid19.bandung.go.id’ sebanyak 47 orang terkonfirmasi positif dan 200 orang lainnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Dampak yang sangat terasa ialah bagi kalangan ekonomi bawah. Salah satunya para ojek pangkalan (Opang) yang berada di Jalan Jakarta, Antapani, Kota Bandung. Sejak merebaknya wabah ini, penghasilannya turun drastis.

Menurut Relawan Rumah Yatim Area Jawa Barat Solehudin, sangat terasa dampaknya bagi para Opang. Karena, saat ini masyarakat memilih mengurangi aktivitas di luar rumah sejak Kota Bandung ditetapkan menjadi zona merah wabah Covid-19. Kata dia, seluruh pengojek tersebut tetap harus bekerja di tengah merebaknya wabah.

“Ya mereka kalo di rumah tidak ada penghasilan, mau tidak mau harus tetap ngojek, kata mereka kalo tidak jalan yang tidak ngojek dan tidak makan,” tutur Solehudin, saat diwawancarai Senin (6/4).

Untuk meringankan hal tersebut, sambung Solehudin, Rumah Yatim menyerahkan bantuan kebutuhan pokok. Hal itu guna meringankan beban kebutuhan hariannya. Minimal, kata dia, dua tiga hari ke depan masih terpenuhi kebutuhan dapurnya. Penerima manfaatnya pula, sebanyak 10 orang Opang

“Untuk ke depannya insyaallah akan ada lagi penerima manfaat akibat dampak wabah ini, khususnya bagi mereka yang menurun penghasilannya dan harus tetap bekerja,” ungkapnya.

 

 

 

Jurnalis : Calam Rahmat

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend