Penghasilan Nol Rupiah, Tukang Andong di Yogyakarta Terima Bantuan Sembako

Penghasilan Nol Rupiah, Tukang Andong di Yogyakarta Terima Bantuan Sembako

 

Sejak wabah virus corona merebak di Indonesia, sejumlah tempat wisata mulai ditutup, guna menekan  penyebaran virus agar tidak semakin meluas. Penutupan tempat wisata tentu saja memberi dampak terhadap para pekerja yang menggantungkan hidupnya di tempat wisata, seperti para tukang andong.

Relawan Rumah Yatim cabang Yogyakarta, Jejen menuturkan, sejak penutupan tempat wisata di wilayah Yogyakarta, para tukang andong kini tidak memiliki penghasilan sama sekali. Pasalnya mereka mengikuti anjuran pemerintah yaitu untuk berdiam diri dirumah. Meski demikian, ada keluarga di rumah yang perlu di penuhi kebutuhan hariannya

“Mereka tukang andong di wilayah Tamansari dan Malioboro, sejak pertama virus itu meluas mereka berhenti dari pekerjaannya. Penghasilannya sebelum Covid yaitu 80-120/hari, karena penghasilan hanya dari andong, sekarang hampir semuanya ini berpenghasilan 0 (nol) rupiah,” terangnya.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim cabang Yogyakarta memberikan bantuan paket sembako untuk mencukupi kebutuhan pokok. Bantuan tersebut telah diterima oleh 15 tukang andong di Dusun Saman, Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Rabu (22/4) kemarin.

Perlu diketahui, hingga Kamis 23 April 2020 seperti dilansir dari corona.jogjaprov.go.id tercatat sebanyak 75 orang terkonfirmasi positif covid-19, sebanyak 713 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan sebanyak 3909 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

 

 

Jurnalis : Tanti Sugiharti
Redaktur  Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend