Penghasilan Turun Drastis, Tukang Becak di Jemur Sari Terima Bantuan Rumah Yatim

Pandemi Covid-19 yang terus melanda Indonesia dan beberapa negara lainnya, kini semakin memberi pengaruh yang cukup besar terutama sektor ekonomi. Banyak orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja, penghasilan menurun, bahkan ada yang gulung tikar.

Salah satunya Rukiyan (60), ia merupakan warga asli Sidoarjo yang saat ini merantau di Kota Surabaya, tepatnya di Jemur Sari, Kecamatan Wonokromo. Sudah cukup lama ia terpaksa meninggalkan anak dan istri untuk pergi mengais rezeki.

“Sudah cukup lama ia merantau, dan pulang menemui anak dan istirnya ketika uang sudah terkumpul,” terang Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Yusuf.

Menurut Agus, sudah belasan tahun ini Rukiyan bekerja sebagai tukang becak. Meski kini di usianya yang sudah menginjak kepala enam namun semangatnya untuk mengayuh becak tak pernah surut. Sebab ada anak dan istri yang harus ia hidupi.

Namun sayang, sejak pandemi ini penghasilannya menurun cukup drastis. Jangankan bisa mengirim uang untuk anak dan istri, untuk makan dirinya sendiri saja sulit. Sebab dalam sehari ia kadang hanya mendapat Rp.15.000.

“Sebelum pandemi bisa narik minimal 5-10 orang perhari, sekarang untuk 3 orang juga sangat kesulitan karena banyak yang diam dirumah, apalagi bulan sekarang toko dan pasar banyak yang tutup,” terang Agus.

Tak hanya itu, tarif becak selama pandemi pun terpaksa ia turunkan. Sebab jika ongkos nya mahal dikhawatirkan tak ada orang yang mau menumpangi becaknya.

Atas kondisi itulah, Rumah Yatim Cabang Surabaya memberinya bantuan melalui program biaya hidup. Meski hanya sedikit, namun diharapkan bisa membantu untuk kebutuhan makan Rukiyan selama beberapa hari kedepan.

Jurnalis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend