Perahu Dayung Jadi Alternatif Warga Arungi Banjir

Perahu Dayung Jadi Alternatif Warga Arungi Banjir

Bencana banjir tahunan yang melanda Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung kembali terjadi. Ketinggian air hingga Senin (27/1), masih mencapai 1 hingga 2 meter disejumlah titik.

Menurut salah seorang warga, Kang Ayi, banjir mulai menerjang wilayahnya pada Kamis (23/1) dengan ketinggian mencapai tiga meter. Aktivitas warga pula terhambat sejak saat itu. Ditambah lagi aliran listrik padam hingga Jumat (24/1) petang.

“Air naik Kamis magrib sampai sekarang belum surut masih tinggi,” ujarmya, saat membantu tim relawan Rumah Yatim menyalurkan bantuan.

Kang Ayi menjelaskan, banjir yang merendam sebagian wilayah Andir ini diakibatkan meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cisangkuy. Ditambah lagi, hujan terus turun dengan intensitas cukup tinggi, hingga Senin (27/1). Aktivitas warga pula, kata dia, hanya mengandalkan perahu untuk bisa keluar dari rumah masing masing.

“Kendaraan sulit keluar masuk, hanya perahu ini warga bisa beraktivitas,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, kendaraan satu satunya yang digunakan warga hanya perahu dayung. Hal itu pun secara sukarela dikendalikan oleh warga sekitar. Karena, kata dia, hingga saat ini jalan terputus secara total.

Tingginya air, kata Kang Ayi, bisa bertahan hingga dua pekan ke depan. Apalagi curah hujan masih tinggi dipenghujhng Januari 2020 ini. Walaupun, ia berharap kondisi banjir ini bisa segera surut dan aktivitas warga kembali lancar.

“Ini kejadian alam kita tidak bisa melawan, hanya bisa berdoa dan berikhitiar agar cepat surut,” pungkasnya




Jurnalis : Calam Rahmat
Redaktur : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Powered by

Send this to a friend