Perjuangan Mansyur, Guru Honorer dari Kubu Raya di Tengah Pandemi

Menjadi guru honorer di pedalaman merupakan pekerjaan mulia. Sejak 2016 hingga saat ini, Mansyur (27) melakukan pekerjaan tersebut dengan ikhlas meski upah yang didapat tidak seberapa. Ia mengajar anak-anak sekolah dasar di Dusun Lingga, Kabupaten Kubu Raya.

“Penghasilannya sekitar 450 ribu rupiah perbulan, dan dia harus menafkahi istri dan anaknya yang masih berusia dua tahun,” ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak, Rohim.

Ia menyebut, uang yang dihasilkan tersebut tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian keluarganya. Sehingga, kata dia, Mansyur mencari pekerjaan sampingan dengan menoreh karet.

Apalagi, ucap Rohim, selama pandemi seperti ini kondisi semakin sulit. “Sekolah diliburkan, dan bapak Mansyur sulit mendapat pekerjaan baru,” tuturnya.

Oleh karena itu, Rumah Yatim Cabang Pontianak memberikan program bingkisan guru bagi Mansyur, pada Selasa (5/1). Bingkisan tersebut berupa bantuan sembako guna membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.

Rohim berharap, bantuan Rumah Yatim ini dapat bermanfaat meski tidak seberapa. “Semoga jasa bapak Mansyur menjadi amal sholeh, dan dia tak pernah putus asa dalam mengajar,” tutupnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend