Perjuangan Yusuf, Bayi 9 Bulan Bertahan Hidup Tanpa Saluran Empedu

Perjuangan Yusuf, Bayi 9 Bulan Bertahan Hidup Tanpa Saluran Empedu

Dikaruniai anak yang normal, sehat secara fisik dan mental merupakan idaman semua orang tua di dunia. Namun sayang, tidak semua orang tua bisa beruntung memiliki anak yang sehat dan tidak semua orang tua siap menerimanya. Seperti yang dialami pasangan Sutrisno (35) dan Jeani (28). Anak pertama dan satu-satunya, Yusuf yang baru berusia 9 bulan memiliki kelainan di dalam tubuhnya. Sehingga membuat Yusuf berbeda dengan bayi pada umumnya.

Kepada tim Rumah Yatim, Sutrisno menceritakan dengan tatapannya yang kosong. Saat pertama lahir, Sutrisno tidak menemukan sesuatu yang aneh pada tubuh Yusuf. Namun beranjak tiga bulan, seluruh badan Yusuf tiba-tiba menguning serta perkembangan tubuhnya mengalami keterlambatan.

Saat itu pula, Sutrisno dan sang Istri langsung membawa Yusuf ke Rumah Sakit untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasil awal, dokter mendiagnosa Yusuf mengalami penyumbatan pada bagian saluran empedu.

Setelah beranjak 9 bulan, penyakit Yusuf tak kunjung sembuh. Akhirnya kedua orang tua membawa Yusuf untuk melakukan pemeriksaan. Namun ternyata hasilnya berbeda. Saluran empedu yang dikatakan tersumbat itu ternyata sedari awal memang tidak ada, atau bisa dikatakan Yusuf tidak memiliki saluran empedu. Hal ini membuat Sutrisno dan Jeani memutar otak.

“Kita gak paham medis, ya kita juga bingung kok bisa begini. Sebisanya lah kita mau anak kita sehat sampai tua nantinya,” ucap Sutrisno, Jumat (26/6).

Namun sayang kondisi ekonomi Sutrisno dan keluarga tidak seberuntung orang tua lain pada umumnya. Ia yang hanya bekerja sebagai buruh lepas tak memiliki uang yang cukup untuk terus membayar biaya pengobatan Yusuf. Mengetahui kondisi tersebut, Rumah Yatim Area Kalimantan Selatan menyambangi kediaman Yusuf di Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk membantu biaya pengobatan Yusuf.

“Terima kasih banyak buat semuanya udah jenguk Yusuf dan memberikan bantuan sebegini banyaknya, semoga dibalas nantinya sama tuhan,” tutup Sutrisno seraya mengusap air matanya.

 

 

 

Penulis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend