Perlengkapan Sekolah untuk Celin, Yatim Dhuafa Asal Labuhan Deli

Hampir satu tahun ini, kehidupan Celin tak dilengkapi dengan kehadiran sosok ayah. Kehilangan ayah tercinta untuk selama-lamanya, membuat Celin dan keluarga terpukul. Meski begitu, Celin tak patah semangat menjalani hari.

Kini, ia hanya tinggal bersama Ibu dan adiknya yang masih berusia empat tahun. Di sebuah rumah sewa sepetak di Kel. Manunggal, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deli Serdang, mereka tinggal bertiga. Diketahui, kedua kakak Celin yang masih bersekolah tinggal bersama bibinya.

Sehari-hari, sang ibu mencari nafkah dengan berjualan kecil-kecilan. Menurut Relawan Rumah Yatim Cabang Sumatera Utara, Ibnu mengatakan, dari hasil berjualan itu penghasilannya tidak seberapa. Bahkan, seringnya kekurangan.

Apalagi, kata dia, di tengah pandemi Covid-19 pembeli semakin sepi. Namun, ia tak punya pilihan lain, hanya berdagang inilah yang bisa ia lakukan saat ini. Baginya, yang terpenting adalah kebutuhan makan Celin dan adiknya terpenuhi.

“Walau terkadang untuk makan saja sulit, tapi ibunya selalu berjuang tanpa kenal lelah demi anaknya,” ungkapnya. Ditambah, sambung dia, Celin tumbuh menjadi anak yang baik, dan rajin membantu ibu.

Siswa kelas 1 SD itu pun rajin belajar dan bersekolah. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, namun Celin tak menyerah menggapai cita-cita. Demi mendukung pendidikannya, Rumah Yatim memberikan bantuan perlengkapan sekolah.

Ibnu mengatakan, bantuan tersebut diberikan secara gratis. Tujuannya, ungkap dia, untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak yatim dan dhuafa. Agar mereka terus semangat dalam belajar dan meraih impian.

Selain Celin, ada puluhan anak yatim dhuafa lainnya di MDTA Al Washliyah Paya Pasir yang mendapat bantuan tersebut. “Semoga bantuan Rumah Yatim bisa bermanfaat bagi mereka, serta meringankan beban orangtuanya,” tandas Ibnu.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend