Puluhan Tahun Berdiri, Kondisi MDTA Da’watul Islam Memprihatinkan

Umur sekolah yang sudah puluhan tahun rupanya tidak menjamin ketersediaan sarana-prasarana yang memadai. MDTA Da’watul Islam, misalnya. Sekolah yang berada di Desa Biru-biru, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang , itu sudah berdiri sejak 38 tahun silam.

Kendati di usianya yang sudah setua, kondisi sekolah ini terlihat memprihatinkan tanpa tersentuh perbaikan. Lantainya yang terbuat dari semen, memgalami banyak keretakan dan berlubang sehingga khawatir membahayakan keselamatan siswa disana.

Ruang kelas pun terbatas yakni hanya memiliki 3 ruang kelas saja, jika sedang sekolah, anak didik disana akan bergantian menggunakan ruangan tersebut. Sarana prasarana per ruangan kelas juga sangat minim, hanya ada meja, kursi yang terbatas dan papan tulis kapur yang sudah rusak.

Ketika sedang hujan, para murid disana akan berlarian masuk ke masjid agar kegiatan belajar mengajar bisa tetap berlangsung. Maklum saja, atap sekolah MDTA Da’watul Islam terbuat dari seng akan mengeluarkan suara berisik jika tertimpa air hujan sehungga mengganggu konsentrasi belajar anak-anak.

“Kami juga takut ketika hujan disertai angin besar datang, atap akan roboh dan menimpa mereka, jadinya untuk mengantisipasi, kami menginstruksikan mereka untuk pindah ke masjid jika hujan turun,” ungkap Manyabar Harahap selaku MDTA Da’watul Islam pada tim relawan Rumah Yatim Sumut.

Rumah Yatim cabang Sumatera Utara yang mengetahui hal tersebut, langsung mengerakan tim relawannya untuk menyalurkan bantuan sarana prasarana guna menunjang kegiatan belajar MDTA Da’watul Islam.

“Alhamdulillah bantuan sarpras berupa papan tulis whiteboard, meja guru dan ATK telah diterima langsung oleh kepala sekolah MDTA Da’watul Islam, semoga bantuan ini bisa mendukung kegiatan belajar mengajar disana dan menambah semangat guru juga siswa disana dalam belajar maupun mengajar,” kata Maulida salah satu tim relawan Rumah Yatim.

Maulida menambahkan, sekolah ini sebelumnya belum pernah menerima bantuan sarana prasarana dari pihak manapun. Satu-satunya bantuan yang mereka terima adalah insentif untuk para guru dari Departemen Agama sebanyak 200 ribu perbulan, yang bisa diambil pertiga bulan sekali.

Ketika menerima bantuan, Manyabar Harahap selaku MDTA Da’watul Islam merasa sangat senang dan bersyukur bisa menerima bantuan tersebut. Ia pun mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah memerhatikan pendidikan di desa Biru-biru.

 

Sinta Guslia

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend