Ramadhan 1441 H, 137 Ribu Mustahik Rasakan Manfaat Bantuan Rumah Yatim

Ramadhan 1441 H, 118 Ribu mustahik Rasakan Manfaat Bantuan Rumah Yatim

Ramadhan 1441 H kali ini terasa berbeda bagi semua orang, karena berada di tengah bayang-bayang wabah Covid-19. Meski demikian, Rumah Yatim terus massif mendistribusikan sejumlah program bantuan untuk masyarakat dhuafa maupun anak yatim ke daerah perkotaan hingga ke pelosok Indonesia. Sebanyak 137.987 mustahik telah merasakan manfaat bantuan program Rumah Yatim selama Ramdhan 1441 Hijriah kemrin.

Bantuan yang direalisasikan tersebut, tidak lepas dari kontribusi donatur yang terus memberikan perhatiannya kepada masyarakat prasejahtera yang terkena dampak Covid-19. Bantuan ini pula telah disalurkan tidak lebih dari 20 Provinsi di Indonesia.

Manager Pemberdayaan Rumah Yatim, Deni Rustandi mengatakan, penyaluran program Ramadhan kali ini menemukan banyak tantangan di lapangan. Namun hal itu bukan penghalang bagi tim relawan di seluruh Indonesia untuk berbuat kebaikan.

“Harus mengalami penyesuaian karena Corona, tapi semua itu bukan penghalang untuk berbuat kebaikan justru sebagai pemicu untuk lebih baik,” terangnya

Sejumlah program yang telah di realisasikan selama Ramadhan kemarin diantaranya ialah penyaluran ifthar dan sahur kepada 45.884 anak yatim dan dhuafa, parcel sandang dan makanan untuk 10.923 anak yatim dan dhuafa, THR dan Parcel bagi 832 da’i, dan 49.827 mustahik menerima manfaat zakat fitrah.

Selain itu, bantuan bahan pokok, biaya hidup, dan beasiswa dhuafa telah disalurkan kepada 30.150 mustahik. Untuk ketiga program tersebut disalurkan kepada masyarakat prasejahtera yang berada di pelosok negeri. Sedangkan, 371 penerima manfaat untuk program Ramadhan bersama yatim dan berbagi muken di Ramadhan kemarin.

Ia bersyukur, lewat sejumlah program Rumah Yatim ini, ratusan ribu mustahik diberbagai daerah di indonesia bisa tersenyum bahagia dan turut merasakan keberkahan ramadhan 1441 H. kendati demikian, ia berharap, kedepannya Rumah Yatim dapat membantu kesejahteraan lebih banyak lagi mustahik di berbagai daerah di Indonesia.

 

 

 

Penulis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend