Ramdhan Biasakan Anak Asuh Shalat Berjamaah di Masjid

Ada fenomena yang cukup memprihatinkan. Masyarakat berlomba membangun masjid megah, luas dan elok dengan dana yang fantastis. Tapi sayang hanya ramai saat shalat Jumat saja. Waktu shalat lima waktu, makmum hanya beberapa baris itu pun diisi dengan para orangtua dan lansia. Jangan tanya kalau shalat subuh, satu baris pun kadang tak penuh.

Fenomena memprihatinkan ini menjadi pendorong para pengurus Rumah Yatim untuk melibatkan anak asuh khususnya laki-laki untuk memakmurkan masjid seperti melaksanakan shalat magrib, isya dan subuh di masjid.

Salah satu asrama yang telah menjalankan kegiatan ini adalah Asrama Rumah Yatim Pekanbaru, Riau. Setiap memasuki waktu ketiga shalat tersebut, anak asuh sudah bergegas pergi ke Mushola Darul Faidzin.

Selain menjalankan shalat berjamaah, anak asuh pun rutin menggelar aksi bersih-bersih mushola setiap hari libur sekolah. Kegiatan anak asuh ini telah mendapat banyak apresiasi dari pengurus mushola dan warga sekitar.

“Saya mewajibkan mereka untuk melakukan shalat magrib, isya dan subuh di mushola. Khusus untuk hari libur saya mewajibkan mereka melakukan shalat lima waktu di mushola. Alhamdulillah kondisi mushola yang awalnya sepi ketika memasuki waktu shalat kini mulai ramai dengan anak asuh kami,” papar Kepala Cabang Rumah Yatim Pekanbaru, Ramdhan, Sabtu (15/9).

Di setiap tausiyahnya Ramdhan selalu menasehati anak asuh untuk melakukan shalat berjamaah di mana pun mereka berada, karena dalam hadits Rasulullah menyebutkan bahwa fadilah shalat berjamaah lebih besar dari shalat sendiri. Mereka yang melakukan shalat berjamaah akan mendapat 27 derajat kebaikan dari Allah, didoakan para malaikat, semakin jauh semakin banyak pahalanya, juga menghapus dosa dan kesalahan.

“Sebaliknya ada ancaman dari Allah bagi mereka yang melalaikan shalat berjamaah,” ungkapnya kepada anak-anak.

Ramdhan terus berupaya untuk mendidik anak asuhnya menjadi pribadi yang lebih baik dari sejak dini. Selain membimbing anak asuh untuk memakmurkan masjid, ia pun selalu membimbing mereka untuk menerapkan shalat tahajud, hafalan Alquran dan hadits, belajar, dan menjaga kebersihan di asrama seperti piket asrama.

“Saya percaya, jika kita menyibukan anak untuk melakukan kegiatan positif dari sejak dini, maka hal tersebut akan mempengaruhi kepribadian mereka di masa depan. Semoga kelak mereka bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan dapat menjadi contoh baik untuk sesama,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend