Ratusan Masyarakat Kampung Gadog Bahagia Ada Bazar Gratis Rumah Yatim

Bagi sebagian orang yang mampu, pakaian adalah barang yang mudah dibeli kapan saja. Namun lain halnya bagi masyarakat prasejahtera Kampung Gadog, Kelurahan Pasir Wangi, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, Kamis (7/2) lalu, ketika Rumah Yatim Area Jawa Barat mengadakan bazar gratis di kampung tersebut, ratusan masyarakat prasejahtera langsung menyerbunya.

Masyarakat berbahagia datang berbondong-bondong bersama anak-anaknya untuk mendapatkan pakaian layak pakai.
Kasie Pemberdayaan Area Jawa Barat Solehudin menyebutkan, sebanyak 250 kepala keluarga telah menerima bantuan sandang yang disalurkan Rumah Yatim. Lokasi yang berada di atas gunung itu menurutnya membuat masyarakat hanya menggunakan pakaian seadanya, terlebih mayoritas masyarakat setempat berlatarbelakang tidak mampu.

Oleh karena itu pakaian merupakan barang mahal bagi warga setempat. “Mereka kan tinggalnya dekat pegunungan, dengan baju yang digunakan seadanya tak mampu untuk beli baju, karena katanya beli baju itu mahal. Sedangkan penghasilan mereka hanya pas-pasan untuk makan aja,” terangnya.

Adapun bantuan yang diberikan pada kesempatan ini berupa pakaian layak pakai, sepatu, sandal dan tas. Sebanyak lima RT mendatangi posko bazar gratis untuk mendapatkan pakaian yang sangat dibutuhkan. Ia menilai masyarakat yang hadir luar biasa sangat antusias, karena belum ada lembaga sejenis yang memberikan bantuan sandang lewat bazar gratis.

Solehudin menambahkan, masyarakat sangat bersyukur dengan adanya bazar gratis ini, tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah memperhatikan masyarakat tidak mampu di kampung tersebut.

“Mereka gak berhenti bilang terima kasih sama kita (Rumah Yatim) dan donatur, karena sudah peduli sama mereka. Luar biasa antusiasnya,” ungkapnya. Adanya bazar gratis ini diharapkan dapat bermanfaat bagi warga sekitar, serta dapat membantu memenuhi kebutuhan sandang pangannya yang selama ini tidak bisa mereka penuhi.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend