Ratusan Pengrajin Batu Bata Asal Sutrapanan Dapat Bantuan Sembako

Teknologi kini semakin berkembang, namun ternyata tidak selalu menguntungkan bagi beberapa kalangan. Selalu ada yang tersingkirkan dan terlindas dari awal kemunculannya. Salah satu di antaranya para pengrajin batu bata merah tradisional di Desa Sutrapanan, Kec. Dukuhturi, Kab. Tegal.

Awalnya usaha tersebut menjadi primadona, namun sejak adanya kiriman batako press dari berbagai wilayah lain yang lebih murah dan bata ringan yang lebih praktis, popularitas bata merah turun pamornya.

Tak sedikit pabrik-pabrik kecil tersebut gulung tikar, tapi ada sebagian yang mempertahankan usahanya dan tetap mempertahankan buruhnya yang diberi upah tak sepadan dengan kerasnya mereka bekerja. Meski mereka berpenghasilan sedikit dan rata-rata mereka sudah berusia lanjut,  namun mereka terus menekuni pekerjaan tersebut untuk menyambung hidup.

Bersama tim relawan, Rumah Yatim Cabang Tegal yang di motori Jajang Khaeruman selaku Kepala Cabang mendistribusikan bantuan sembako sebanyak 135 paket. Penyaluran bantuan ini digelar di kediaman Zaenudin, salah satu relawan Rumah Yatim.

“Alhamdulillah bantuan paket sembako telah diberikan kepada para buruh pengrajin batu bata merah. Selain itu, kami pun memberikan bantuan tersebut kepada para tukang rongsokan dan buruh serabutan. Mereka terlihat sangat senang ketika menerima bantuan ini,” ungkap Jajang Khaeruman, Senin (26/11).

Ketika memberikan sambutan, Zaenudin mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim yang telah peduli kepada warga di Kelurahan Sutrapanan, bantuan ini sangatlah membantu mereka.

“Insya Allah bantuan ini bisa membantu meringankan beban mereka dalam menyambung hidup, sekali lagi saya mewakili warga Sutrapanan mengucapkan terima kasih.  Semoga Rumah Yatim semakin dipercaya masyarakat Indonesia,  dan kebaikan para donatur dan tim relawan dibalas oleh Allah,” ungkapnya.

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend