Rawat Dua Cucu Yatimnya dalam Keterbatasan, Rukmah Terus Berjuang Meski Sering Sakit

Di usia senjanya, Rukmah harus banting tulang menghidupi dua cucu yatimnya meski kondisi fisik sudah sering sakit. Setiap hari, ia bekerja menjadi buruh tani di ladang milik orang lain.

Tak ada yang menginginkan masa tua seperti Rukmah, namun kenyataan ini yang meski ia hadapi. Apalagi, ia sangat sayang terhadap dua cucunya itu. Karena, jika bukan dirinya, tak ada lagi yang mengurus cucunya.

Dari hasil bertani, Rukmah mendapat 50 ribu rupiah perhari. Namun, pekerjaannya itu tidak menentu. “Jadi tidak setiap hari bekerja, kadang tidak mendapat penghasilan,” ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat, Hamdani.

Diketahui, Rukmah juga memiliki anak laki-laki. Namun, harus putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Rukmah tak mampu membiayai pendidikannya. “Terkadang ia pun harus menahan lapar atau berutang kepada tetangga,” tambahnya.

Di rumah yang sangat sederhana di Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, mereka berjuang untuk menyambung hidup. Pada Senin (15/3), Rumah Yatim Cabang NTB mengunjungi kediamannya.

Kunjungan tersebut untuk memberikan bantuan biaya hidup dan sembako bagi Rukmah. Harapannya, lanjut Hamdani, bisa membantu memenuhi kebutuhan harian Rukmah dan keluarga.

“Meski berat ujian yang dihadapi ibu Rukmah, semoga tak pernah putus asa. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rezekinya, mudah-mudahan bantuan Rumah Yatim meringankan bebannya,” pungkas Hamdani.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend