Ribuan Korban Gempa di Lombok Masih Mengungsi dan Butuh Bantuan Segera

Tim SAR gabungan terus menyisir daerah terdampak gempa untuk melakukan evakuasi, penyelamatan serta pertolongan kepada para korban gempa pada Minggu (5/8) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurut informasi yang diperoleh jurnalis Rumah Yatim dilansir dari situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data sementara pada Senin (6/8) pukul 10:00 WIB, tercatat 91 orang meninggal dunia, akibat gempa berkekuatan 7.0 SR di Lombok.

Sejauh ini 209 orang luka-luka, ribuan jiwa masyarakat mengungsi dan ribuan rumah rusak. Pendataan masih terus dilakukan dengan menyisir daerah-daerah terdampak gempa, karena diperkirakan jumlah korban meninggal dunia maupun luka-luka akan terus bertambah. Dari 91 orang meninggal dunia terdapat di Kabupaten Lombok Utara 72 orang, Kota Mataram 4 orang, Lombok Timur 2 orang, Lombok Tengah 2 orang, Lombok Barat 9 orang dan Bali 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Selain itu, ribuan pengungsi tersebar di banyak tempat. Hingga kini belum semua pengungsi memperoleh bantuan. Karena penanganan terkendala beberapa hal. Di antaranya, terbatasnya alat berat, luasnya daerah yang terdampak, padamnya listrik di Lombok Utara dan Lombok Timur,

Masih dilansir dari situs bnpb.go.id, bahkan saluran komunikasi mati, rusaknya jembatan di tiga tempat yaitu jembatan Tampes, jembatan Lokok Tampes dan jembatan Luk yang menyebabkan aksesibilitas terganggu, serta terbatasnya ketersediaan logistik dan lainnya.

Berbagai upaya penanganan terus dilakukan, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dikutip dalam situs BNPB, mengatakan pihaknya mengirimkan 21 ton bantuan logistik dan peralatan melalui cargo. Dua helikopter BNPB diperbantukan untuk penanganan darurat.

TNI memberangkatkan tiga pesawat Hercules C-130 untuk mengirim satgas kesehatan dengan membawa obat-obatan, logistik, tenda, dan alat komunikasi. KRI Suharso diberangkatkan dari Surabaya ke Lombok untuk dukungan kapal rumah sakit.

Adapun kebutuhan mendesak saat ini adalah kebutuhan pokok, khususnya makanan siap saji, air mineral, air bersih, tenda, terpal, tikar, selimut, pakaian, makanan penambah gizi, layanan trauma healing, dapur umum, obat-obatan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

 

Di tulis oleh : Dila Nurfadila Pada tanggal 2018-08-06 17:12:04

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat