Riyan Gembira dan Antusias di Hari Pertama Sekolah

Riyan Gembira dan Antusias di Hari Pertama Sekolah

Rabu (18/9) kemarin, Riyan (8) bocah yatim piatu yang hidup berdua dengan neneknya di sebuah gubuk kecil berukuran 2 x 3 meter, di Dusun Sapit, Batu Kliang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, akhirnya bisa menikmati bangku sekolah. Hal itu usai dibantu oleh tim Rumah Yatim Cabang Mataram.

Di hari pertama masuk sekolah, Riyan mengaku gembira dan antusias, karena hal ini belum ia rasakan sebelumnya. “Alhamdulillah dia sangat gembira, karena keinginannya untuk sekolah sudah dari dulu. Tapi karena gak ada biaya buat beli seragam, alat sekolah, dan uang jajannya. Jadi yah terpaksa gak sekolah,” ungkap Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim Mataram NTB.

Ia mengatakan, neneknya tidak mampu menyekolahkan Riyan karena sudah tua, sehingga tidak bisa mencari penghasilan tambahan. Jangankan untuk biaya pendidikan, untuk makan sehari-hari pun sulit. Selama ini, sang nenek hanya mengandalkan membuat sapu lidi yang dikumpulkan dari pelepah kelapa. Kemudian dijual tanpa dibandrol atau seharga satu sapu lidi ditukar dengan setengah kilogram beras.

Oleh karena itu, ketika ada bantuan biaya pendidikan dari Rumah Yatim Mataram, Riyan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bisa bersekolah. Agar bisa menjadi orang yang berguna bagi dirinya, keluarga dan negara. Serta mengubah taraf hidup bersama neneknya.

Bahkan menurut ustadz setempat yang biasa mengajar ngaji di shelter Rumah Anak Ceria, Riyan termasuk anak yang rajin. Setiap hari, ia selalu datang untuk belajar mengaji di shelter tersebut. Kata Amir, Riyan adalah satu dari ratusan anak yang kurang beruntung tidak bisa sekolah, dan asih banyak anak prasejahtera lainnya yang bernasib serupa.

“Semoga kita bisa membantu anak-anak lainnya untuk bisa sekolah, karena masih banyak anak yang tidak memiliki jaminan pendidikan untuk masa depannya,” paparnya.

 

 
Jurnalis: Calam Rahmat
Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend