Rizki, Balita Penderita Tetralogy of Fallot Dapat Bantuan Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Yogyakarta memberikan bantuan tunai kepada Muhammad Rizki (2) balita asal Blunyah Gede yang mengidap Tetralogy of Fallot (TOF). Bantuan diserahkan langsung Nur Arifin selaku Manager Area Rumah Yatim Yogyakarta kepada Tri selaku ibu dari Rizki di kediaman Tri.

Dikatakan Arifin, Tri (38) merupakan ibu yang tegar, sejak seminggu setelah melahirkan anak keduanya yakni Rizki, ia mesti menerima kondisi putranya yang divonis mengidap Tetralogy of Fallot (TOF) atau komplikasi empat penyakit jantung bawaan. Di mana untuk proses penyembuhan penyakit langka ini hanya bisa dilakukan dengan tindakan pembedahan/operasi.

Kondisi tersebut membuat bayi yang lahir pada 18 Mei 2016 ini sering drop, lemas, rewel, keterlambatan perkembangan,  tubuhnya kecil, dan Rizki pun kerap merasakan sesak jika suhu tubuhnya panas.

“Tiap hari Rizki rewel karena sesak, kalau lagi sesak badannya suka biru. Saya suka kasihan kalo Rizki lagi rewel, saya hanya bisa menggendong Rizki sembari berdoa semoga sesaknya segera hilang, dan Rizki sembuh, ” ungkap Tri pada Arifin, Rabu (28/11). Saat ini, Rizki berusia 2 tahun 7 bulan dan hanya memiliki berat badan 9 kg. Tidak hanya itu, ia pun baru bisa berjalan kaki di usia 2 tahun 1 bulan.

Rizki terlahir dari keluarga kurang mampu, ayahnya bernama Sukirman (41) hanyalah seorang Buruh Harian lepas yang tidak tentu pekerjaan dan penghasilannya. Sedang Tri tidak bekerja dikarenakan fokus mengurus Rizki dan kakaknya yang masih berusia 11 tahun.

Arifin mengatakan, jika rumah kedua orangtua Rizki sudah dijual, tabungan dan harta benda keluarganya pun sudah habis untuk membiayai obat-obatan yang belum di cover BPJS, biaya bolak balik rumah sakit juga untuk memenuhi semua keperluan Rizki lainnya. Sekarang Tri dan keluarga tinggal di kontrakan kecil di wilayah Blunyah Gede RT 08 RW 033 Sinduadi, Kec. Mlati, Sleman Yogyakarta.

“Penghasilan bapak dalam sebulan hanya 600 ribu dan paling besar 800 ribu. Uangnya habis untuk biaya ngontrak dan makan. Sedang untuk obat Rizki yang belum ditanggung BPJS, kami berusaha mencari pinjaman atau menjual harta benda,” kata Tri.

Sehari-hari Rizki hanya bisa bermain di dalam rumah, kadang ia bermain di depan rumahnya. Tri tidak membiarkan putranya bermain di luar rumah terlebih jika siang hari. Ia melakukan hal tersebut dikarenakan tak ingin suhu tubuh Rizki panas dan membuatnya sesak. Meskipun hanya bermain di dalam rumah,  Rizki tetap sering merasa sesak dikarenakan ia sangat aktif ketika bermain.

Tri memaparkan, jika pada September lalu putranya tersebut pernah melakukan operasi tahap pertama untuk pemasangan pembuluh darah buatan dari jantung ke paru-paru. Operasi ini dilakukan di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Namun, operasi tersebut belum sepenuhnya bisa menyembuhkan Rizki, masih ada operasi tahap kedua yang harus dilakukan.

“Rizki harus di operasi lagi di RSCM supaya bisa sembuh. Meskipun biaya operasinya ditanggung BPJS, kami belum bisa membawanya ke sana dikarenakan kami belum mempunyai biaya untuk ongkos ke sana, biaya menebus obat dan biaya hidup selama di Jakarta,” ungkapnya.

Tri pun menambahkan, jika sebelum di operasi, Rizki mesti diberangkatkan ke Rumah Sakit Dr. Sardjito untuk melakukan penyedotan dahak. “Penyebab lain Rizki sering sesak dikarenakan pada paru-parunya terdapat lendir atau dahak,  dahak di paru-paru Rizki harus di sedot agar Rizki tidak sering sesak,” ujarnya.

“Alhamdulillah terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepada kami khususnya Rizki, insya Allah bantuan ini akan digunakan untuk membeli obat Rizki yang sudah habis. Semoga Rumah Yatim semakin maju dan para donatur diberikan kelapangan rezeki,” ujarnya.

Besar harapan Tri, putranya tersebut bisa sembuh dan bisa beraktivitas seperti anak seusianya. Ia tak tega jika setiap hari melihat putranya rewel karena sesak.

“Saat ini kami dari tim Rumah Yatim akan  terus berusaha membantu keluarga Rizki untuk membawa Rizki ke RS Dr. Sardjito dan ke RSCM, agar Rizki bisa sembuh dan bisa melakukan aktivitas seperti anak seusianya, mohon doa dan dukungan semoga kami bisa membantu Rizki,” papar salah satu tim Rumah Yatim Area Yogyakarta, Jejen.

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend