Rukiman Kumpulkan Tembaga Bekas Agar Bisa Makan

Pa'man Kumpulkan Tembaga Bekas Agar Bisa Makan

“Saya bersyukur atas bantuan yang diberikan Rumah Yatim. Karena untuk makan saja, saya harus ngumpulin potongan kabel tembaga dulu sisa orang membakar tembaga itu, baru bisa makan,” ungkap Rukiman (55), usai menerima bantuan sembako dari Rumah Yatim cabang Surabaya, pada Sabtu (9/5) lalu.

Pak Man begitu ia disapa oleh masyarakat setempat. Saat ini dirinya tengah dilema antara mati tidak makan atau mati terkena virus Covid-19. Karena menurutnya keduanya sama-sama menakutkan, tapi dia tidak bisa menyerah begitu saja. Ada keluarga di rumah yang mengharapkan kedatangannya bisa membawa sesuatu untuk di makan bersama. Ia tinggal di rumah sederhana di Daerah Tambak lumpang, Kelurahan Sukomanunggal, Kecamatan Sukomanuggal, Surabaya.

Sebelumnya, Pak Man pernah menjadi tukang becak keliling. Namun saat ini kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan untuk mengayuh pedal becak hingga belasan kilometer. Alhasil, yang bisa dilakukan saat ini berkeliling hingga ke sudut Kota Surabaya untuk mengumpulkan tembaga bekas, agar dirinya dan keluarga di rumah bisa makan.

“Kalau lagi bagus saya bisa kumpulkan tembaga itu dalam satu hari dari pagi hingga sore, bisa sampai 1 kg. Yang harganya nanti saya jual 20.000. Itu untuk makan saya sekeluarga. Begitu lah setiap hari yang saya lakukan,” terangnya

Tak ada mimpi lain yang diinginkan, kecuali bisa makan untuk bertahan hidup di hari-hari selanjutnya. Kata dia, saat ini di rumah ada istri, anak dan ibu nya yang sudah tua dan sakit-sakitan, membutuhkan makan untuk melepas rasa lapar dan dahaga ketika waktu berbuka tiba.

 

 

 

Penulis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend