Rumah Yatim Area Jawa Barat melakukan survei ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Lokatmala, di Jalan Perkebunan Teh Maleber RT 04 RW 12, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Kamis (6/9). Kegiatan ini untuk memastikan kondisi sekolah yang akan masuk program kemitraan.

Menurut penjelasan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Solehudin, kondisi PAUD sangat memprihatinkan. Bangunan seadanya menjadi ruang bagi sekitar 20 anak belajar. Bahkan, PAUD tersebut masih berdiri di atas tanah milik salah satu pengusaha teh.

“Nantinya PAUD tersebut akan dijadikan mitra Rumah Yatim,” papar Solehudin, saat dihubungi via telepon.

Pada mulanya PAUD Lokatmala didirikan atas keprihatinan akan pendidikan anak di wilayah tersebut. Sang pendiri, Santi, tergugah membentuk sekolah tersebut pada tahun 2016 lalu. Dari sanalah, kata Solehudin, Lokatmala menjadi satu-satunya penunjang pendidikan dini bagi anak.

Sejak didirikan 2016 silam, Lokatmala belum pernah mendapat bantuan dari lembaga sosial lainnya. Kedatangan Rumah Yatim dan tawaran sebagai mitra pendidikan merupakan kali pertama. Bantuan kemitraan tersebut nantinya, kata Solehudin, akan mendukung kebutuhan operasionalnya.

“Ruangannya kecil jadi cuman bisa nampung 20 anak, kalau besar kemungkinan bisa nambah banyak anaknya,” ungkapnya.

Selain survei bantuan kemitraan di PAUD Lokatmala, Rumah Yatim Area Jawa Barat juga melakukan survei bantuan biaya hidup. Rencananya, bantuan tersebut akan diberikan kepada 26 orang. Seluruh penerima merupakan masyarakat prasejatera yang benar-benar membutuhkan.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat