Saat siang, rentetan bangunan sederhana yang berdiri sejak 1965 tampak lengang dari hiruk pikuk siswa. Madrasah Ibtidaiyah Al Munawaroh merupakan yayasan pendidikan yang telah bermitra dengan Rumah Yatim sejak awal 2017. Berdiri di Kampung Sukasari, Mekarjaya, Pacet, Kabupaten Bandung ini memiliki 185 siswa.

Di dalam bangunan sederhana tersebut, hanya ada kursi, meja, dan papan tulis yang telah usang digerogoti oleh rayap. Menurut salah seorang pengurus yayasan, Widiandika menyebutkan sejak 1965 hingga 2018, bangunan madrasah baru direnovasi satu kali, pada 2006.

Menurutnya, mayoritas status ekonomi siswa yang bersekolah di lembaga tersebut adalah kategori prasejahtera, dengan mata pencaharian orangtua sebagai buruh tani. Sehingga anak-anak yang bersekolah tidak dipungut biaya sepeserpun. Sedangkan, untuk biaya sarana operasional, yayasan hanya mengandalkan dari dana BOS dan sumbangan.

“Kebanyakan status ekonomi orangtuanya buruh tani. Jadi sekolah di sini tidak dipungut biaya sepeserpun, semua siswa gratis, untuk seragam pun dikasih dari sekolah,” jelasnya.

Bermitra dengan Rumah Yatim, sambung dia, telah membawa perubahan pada pemenuhan sarana operasional. Mulai dari bantuan hewan qurban hingga pemenuhan bantuan sarana air bersih bagi siswa dan masyarakat sekitar.

Peran Rumah Yatim terhadap perkembangan yayasan, kata Widiandika, sangat membantu. Sehingga hal ini membuatnya sangat berterima kasih terhadap Rumah Yatim atas dedikasinya yang telah membantu dan mendukung atas keberlangsungan kegiatan belajar mengajarnya.

“Alhamdulillah peran Rumah Yatim sangat membutuhkan. Saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas segala bantuan,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat