Rumah Yatim Bantu Perbaiki Kondisi Bangunan Yayasan Miro’jussalam

Rumah Yatim Cabang Mataram menyerahkan sejumlah bantuan sarana publik untuk Yayasan Miro’jussalam, di Kabupaten Lombok Barat, Kamis (20/12). Bantuan diserahkan untuk bantu memperbaiki kondisi bangunan yayasan yang memprihatinkan sehingga tidak layak pakai.

Bantuan yang diserahkan, kata Amir Sumarna selaku Kepala Cabang NTB, berupa bahan material. Bahan tersebut yang nantinya akan digunakan untuk memperbaiki sebagian bangunan yang sudah tidak layak. Meskipun bantuan yang diserahkan tidak terlalu banyak, setidaknya ini dapat membantu memperbaiki sebagian bangunan yang tidak layak digunakan untuk sarana belajar santri.

“Catnya sudah pada mengelupas, lantainya sudah bolong-bolong, termasuk sarana fasilitas juga rusak,” imbuhnya.

Bukan hanya kondisi fisik bangunan, sambung dia, sarana fasilitas yang biasa digunakan santri, antara lain kursi, meja, lemari dan lainnya telah rusak. Karena sebelumnya belum pernah ada renovasi atau pun penggantian fasilitas yayasan. Minimnya biaya renovasi dari yayasan, membuat rencana renovasi tertunda.

Sebanyak 70 santri tengah mengenyam pendidikan di yayasan tersebut. Menurut pantauannya, kondisi ruangan belajar sudah tidak layak sehingga membuat suasana belajar menjadi tidak nyaman. Terlebih saat gempa terjadi pada Agustus lalu, membuat sebagian atap menjadi berlubang. Terik matahari dan hujan yang turun menjadi pemandangan yang biasa bagi santri. Meski demikian, kata Amir, para santri tetap semangat dalam belajar.

“Sedikitnya kita bisa bantu, termasuk ada ruangan yang terkena gempa kemarin, atapnya jadi banyak yang bocor, itu juga kita beli seng untuk menggantinya,” ungkapnya.

Sebelumnya, sambung dia, Rumah Yatim Cabang Mataram pernah memberikan sejumlah bantuan untuk yayasan tersebut. Pemberian bantuan renovasi untuk yayasan ini, sedikitnya dapat memberikan kenyamanan untuk santri. Baik dari segi ruangan agar terhindar dari panasnya terik matahari dan hujan yang membasahi yayasan.

Bantuan tersebut rencananya akan diberikan secara bertahap meskipun tidak bisa secara sekaligus. Adapun biaya renovasi yang dibutuhkan sebanyak 300 juta rupiah. Menurutnya, kondisi yayasan sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, ia mengajak kepada para muzzaki untuk membuka mata memperhatikan Lombok yang saat ini permasalahannya belum selesai pasca gempa.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend