Rumah Yatim Bantu Puluhan Anak di Perbatasan Bandung Cianjur

Berada di Kampung Kawung, Kelurahan Nagrak, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung, merupakan wilayah pelosok yang terisolir dari bantuan. Aktivitas ekonomi masyarakat setempat mayoritas hanya bermata pencaharian serabutan; petani, buruh dan pedagang. Status ekonominya pun rata-rata berada di garis kemiskinan.

Kendati demikian, Rumah Yatim memperoleh informasi wilayah tersebut atas rekomendasi dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung, bahwa masyarakat di daerah tersebut sangat membutuhkan bantuan. Kedatangan tim Rumah Yatim pun disambut antusias. Sebanyak 31 anak menerima santunan beasiswa dhuafa, Jumat (3/12) lalu.

Kasie Pemberdayaan Area Jawa Barat, Solehudin menuturkan, wilayah tersebut berada di pelosok perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Cianjur. Oleh karena itu, mobilitas ekonominya masih sangat minim, kesejahteraan pun masih terbilang jauh dirasakan masyarakat setempat.

Adanya bantuan ini, kata dia, sedikitnya dapat membantu memenuhi biaya pendidikan anak-anak. Mengingat orangtuanya terbilang sulit dalam memenuhi biaya pendidikan. Meskipun sedikit bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka. Sehingga setidaknya dapat meringankan beban para orangtua dalam membiayai pendidikan sang anak.

“Mereka juga kan perlu dibantu, karena kehidupannya memang sangat pas-pasan,” ungkapnya.

Ia menilai, masyarakat sangat senang terutama anak-anak karena santunan yang diberikan Rumah Yatim bisa digunakan untuk membeli kebutuhan perlengkapan sekolah mereka. Dari 31 anak itu terdiri dari 11 yatim dan piatu, kemudian sisanya terdiri dari dhuafa.

Solehudin berharap, bantuan ini dapat memberi secercah harapan bagi anak-anak agar terus semangat dalam menjalani pendidikannya untuk meraih cita-cita. Minimal santunan itu dapat membantu anak-anak untuk membeli alat perlengkapan sekolah tanpa membebani orangtuanya.

“Rencananya ini bakalan diberikan setiap bulannya untuk anak yatim, sedangkan untuk dhuafa bergilir, semoga ini bisa membantu mereka,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend