Keterbatasan fisik tidak membuat Muhammad Akbar berputus asa. Tinggal di rumah kontrakan di Jalan Soekarno-Hatta No. 149, RT 44, Balikpapan Utara, Balikpapan, ia menjelma menjadi sosok yang inspiratif. Namun, keterbatasan ekonomi yang ada pada keluarganya membuat Akbar harus berjuang.

Ia merupakan anak semata wayang dari pasangan Gusti dan Sukarti. Sehari-hari, Akbar layaknya anak seusianya bersekolah di Taman Kanak-Kanak (TK) Az Zahra. Selepas sekolah, Akbar biasanya hanya diam di rumah sebari mengulas pelajaran yang sudah didapatkannya.

“Akbar anak yang pintar bahkan dengan keterbatasannya dia sudah bisa menulis,” papar Taufiq Rahman, relawan Rumah Yatim Area Kalimantan, saat mengunjungi kediaman Akbar, Sabtu (10/11).

Menurut Taufiq, dalam keterbatasan fisik Akbar selalu bersemangat. Hal itu terbukti, Akbar mendapatkan penghargaan sebagai anak dengan kemandirian terbaik di sekolahnya. “Akbar anak yang mandiri, bahkan dia dapat penghargaan,” ujarnya.

Kedatangan relawan Rumah Yatim ke kediaman Akbar untuk memberikan bantuan pembelian kaki palsu melalui program peduli sesama. Bantuan tersebut, merupakan bentuk dukungan bagi Akbar dan keluarga. Selain itu, kata Taufiq, bantuan peduli sesama diberikan untuk memotivasi Akbar agar terus bersemangat.

Harapannya, sambung Taufiq, bantuan tersebut bisa menambah semangat Akbar dalam belajar. Kendati demikian, bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga Akbar. Ke depannya, kata dia, Rumah Yatim juga akan terus memberikan bantuan bagi masyarakat yang lebih luas lagi.

“Harapannya semoga dengan bantuan ini Akbar bisa lebih semangat lagi dalam belajarnya. Dan masih banyak para penerima manfaat lainnya yang menunggu uluran tangan dari para donatur,” tuntasnya, di penghujung wawancara.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat