Rumah Yatim Bantuan Keluarga Dhuafa di Palembang yang Hidup di Gubuk Kecil Tanpa Penerangan Listrik

Demi memenuhi kebutuhan harian keluarga, Nuraini (47) rela melakukan dua pekerjaan dalam satu hari pekerjaan, di pagi hari ia menjadi buruh cuci gosok dan setrika dengan upah perbulannya Rp 400.000, disiang harinya ia bekerja sebagai buruh pemanggang kemplang dengan upah Rp. 4.000 per 100 buah kemplang.

Lelah sering dirasakan Nuraini ketika bekerja, namun hal tersebut segera ia gubris tatkala melihat kedua anaknya yang harus terpenuhi kebutuhan harian dan pendidikannya.

Disebuah gubuk kecil di Jalan Pipa Lr. Teratai, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur Tiga, Kota Palembang, Nuraini tinggal bersama suami dan kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMP.

Suami Nuraini bekerja serabutan, yang dimana jika ada warga yang meminta jasanya, maka ia akan bekerja. Penghasilannya pun tidak menentu, bahkan seringnya mengandalkan penghaislan Nuraini untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Di gubuk yang terbuat dari kayu dan seng tersebut mereka tinggal tanpa menggunakan listrik. Jika malam, mereka hanya mengandalkan cahaya dari lilin saja.

Mengetahui informasi tersebut, Weli Susanto, kepala cabang Rumah Yatim Palembang beserta tim relawannya langsung bersilaturahmi ke kediaman Nuraini.

“Sebenarnya tanah rumah ini milik pemerintah, kami terpaksa membangun disini supaya bisa punya tempat beristirahat. Kami pun siap jika sewaktu-waktu diusir karena tanah ini akan digunakan,” ucap Nuraini kepada Weli.

Nuraini bercerita jika anak-anak sering makan dengan lauk seadanya, bahkan sering makan dengan nasi dicampur garam saja. Seragam anaknya pun sudah lusuh, ia belum bisa membelikan seragam ataupun peralatan sekolah lainnya dikarenakan kondisi ekonominya yang sedang sulit.

“Saya selalu berdoa kepada Allah supaya rumah kami bisa dialiri listrik gratis, anak-anak kami bisa makan dengan lauk yang bergizi dan mereka memiliki perlengkapan sekolah yang layak. Saya kasihan kepada mereka yang selalu kesulitan ketika belajar malam, karena rumah kami yang gelap,”paparnya.

Merespon hal tersebut, Rumah Yatim cabang Palembang memberikan bantuan bahan pokok untuk Nuraini dan keluarganya. “Meskipun bantuan ini belum bisa mewujudkan semua keinginan bu Nuraini, kami berharap bantuan ini bisa membantu meringakan beban beliau dan memberikan keberkahan untuk bu Nuraini dan keluarganya,” ujar Weli.

Ketika menerima bantuan Nuraini dan anak-anaknya tampak begitu bahagia. Tak hentinya ia mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah membantunya.

Sinta Guslia

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend