Rumah Yatim Beri Apresiasi Bagi Dedikasi Guru Honorer di Pelosok Riau

Kisah memilukan tengah dirasakan oleh guru honorer yang mendedikasikan waktu dan tenaga nya untuk mendidik anak-anak yang ada di pelosok negeri. Meskipun hanya berstatus honorer, namun dedikasi nya dalam membentuk karakter dan mencerdaskan anak bangsa sangat tinggi. Dedikasi nya yang tinggi itu, namun tidak seimbang dengan upah yang diterima nya selama ini.

Terlebih di tengah pandemi ini, jarang ada yang memperhatikan nasibnya. Seperti yang dialami oleh sejumlah guru honorer yang ada di Desa Pangkalan Serai, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Mereka rela membeli sarana sekolah seperti penghapus, spidol dan lainnya menggunakan uang pribadinya, padahal upah yang didapatkan dari sekolah hanya beberapa ratus rabu dan itupun dikeluarkan 3 bulan sekali.

“Kalau untuk insentif ada dari dana bos, itupun keluarnya 3 bila sekali dan yang didapat tidak lebih dari 500.000. Dari situ kadang mereka sendiri yang beli penghapus dan spidol, ” Terang Ramdhan Burhanudin, selaku kepala cabang Rumah Yatim Riau.

Atas dedikasinya itu, Rumah Yatim cabang Riau memberikan bantuan kesejahteraan kepada 10 guru honorer di SDN 016 dan guru honorer MDA, pada Minggu (16/8) lalu.

Ramdhan mengungkapkan, bantuan ini sebagai bentuk apresiasi kepada para guru honorer tersebut yang telah berjibaku mendidik anak-anak. Terlebih di momen menyambut perayaan HUT RI ke 75 tahun, Rumah Yatim ingin memberikan tanda cinta kepada para pahlawan tanpa tanda jasa ini.

“Alhamdulillah amanah dari para donatur telah kami sampaikan kepada warga desa pangkalan Serai. Salah satunya program bantuan untuk guru honorer ini, “ ujarnya.

Ia berharap, bantuan dari Rumah Yatim ini dapat bermanfaat dan menambah semangat mereka dalam mendedikasikan diri untuk anak negeri.

Selain guru yang ada di Desa pangkalan Serai, masih banyak guru honorer lainnya yang bernasib serupa. Terlebih mereka yang ada di pelosok negeri rela mengorbankan waktu dan tenaga nya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Jurnalis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend