Rumah Yatim Beri Empat Program Bantuan untuk Yatim dan Dhuafa di Gaza

BANTUAN DI GAZA

Rumah Yatim Arrohman Indonesia menyalurkan bantuan untuk yatim dan warga miskin di Jalur Gaza, Kamis (5/4). Kegiatan penyaluran ini diadakan di dua tempat, yaitu di Madrasah Banin Fatimah tepatnya di Kota Jabalia dan satu tempat lagi di pemukiman kumuh yang bernama Qoryah Badawi di Zaitun, Gaza Selatan. Penyaluran ini dilakukan melalui bantuan Yayasan Nusantara Palestina Center. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerjasama antara Rumah Yatim dan Yayasan Nusantara Palestina Center yang didirikan oleh Abdillah Onim.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Bang Onim -sapaan akrab menjadi pembicara di seminar yang diadakan Rumah Yatim, Sabtu (17/3) lalu. Saat kunjungannya ke Kota Bandung, Rumah Yatim pun menyerahkan bantuan yang berasal dari donasi masyarakat Indonesia yang ditujukan untuk membantu anak yatim dan dhuafa di Jalur Gaza yang memang sedang mengalami situasi sulit akibat pemblokiran yang dilakukan oleh Israel lebih dari 11 tahun.

Ada empat program bantuan yang diberikan oleh Rumah Yatim melalui Yayasan Nusantara Palestina Center, di antaranya penyaluran 50 paket pakaian musim dingin untuk 50 anak yatim, 155 selimut hangat kepada 155 yatim dan keluarga dhuafa, penyediaan obat-obatan di Pusat Layanan Kesehatan Jabalia, dan yang keempatnya adalah pengeboran sumur/sumber air baru di daerah sekitar Masjid Hamed Abu Sitta, Kota Khanyounis daerah selatan Jalur Gaza. Nantinya insya Allah sekitar 5000 orang akan merasakan manfaat dari air yang diekstraksi dari sumur tersebut.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini. Rumah Yatim dan masyarakat Indonesia dapat membantu meringankan beban anak yatim dan keluarga dhuafa di Jalur Gaza. Agar bisa hidup dalam kondisi hangat di tengah musim dingin yang suhunya mencapai 4°C. Bahkan bisa mencapai 0°C apabila suhu cuaca sedang ekstrem. Total penerima manfaat yang ditargetkan dalam kegiatan ini sekitar 5365 warga miskin dan yatim di Jalur Gaza. Salah satu relawan yang membantu penyaluran bernama Omar Najjar (32), berasal dari Kota Jabalia.

“Kegiatan berlangsung lancar, meskipun tidak sedikit dari keluarga fakir yang mendatangi lokasi tempat penyaluran akan tetapi mereka tidak mendapat bagian,” ucap Omar.

Hal ini membuktikan masih banyak lagi keluarga dhuafa dan yatim yang berada di Jalur Gaza yang membutuhkan bantuan dari semua pihak. Rumah Yatim tidak akan pernah bosan untuk mengajak masyarakat Indonesia agar dapat berpartisipasi dalam menyukseskan program-program untuk keluarga kita di Jalur Gaza. Anak-anak Gaza pun menyambut bantuan ini dengan begitu bahagia. Karena bagi mereka pakaian hangat baru hampir tidak bisa mereka dapatkan secara gratis, kecuali saat hari raya. Itupun bantuan dari negara pendonor, termasuk dari Indonesia.

“Ayahku gugur saat terjadi gempuran Israel di Gaza tahun 2014. Alhamdulillah saya seperti mempunyai pengganti dari ayah saya dengan adanya hadiah berupa pakaian hangat dari saudara saya di Indonesia, terima kasih Indonesia,” tutur Muhammad (14), salah satu anak yatim yang merupakan seorang hafidz Quran.

 

Di tulis oleh : Yusica Pada tanggal 2018-04-11 09:06:20

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend