Rumah Yatim Berikan Bantuan Kepada Bocah Korban Kecelakaan Kapal Riau

Senin (12/7) malam lalu, tim relawan Rumah Yatim berangkat menuju wilayah Tembilahan yang berada di Kabupaten Indragiri, Riau. Tim relawan berangkat dari Kota Pekanbaru, menempuh perjalanan sejauh 350 KM dan baru tiba di Tembilahan pada hari Selasa (13/7) pagi.

Setelah tiba di Tembilahan, tim relawan langsung bergerak dan melanjutkan perjalanan menuju RSUD Puri Husada untuk menjenguk dan memberikan bantuan kepada Ega, bocah 6 tahun yang tertimpa musibah kecelakaan saat keluarganya menumpangi kapal untuk mengunjungi sanak saudara mereka.

Kejadian terjadi pada hari Sabtu (10/7) pagi. Kala itu, Ega dan keluarga menumpang kapal motor milik saudara mereka yang membawa muatan kayu-kayu, untuk menuju Desa Kateman. Ega berangkat pada pukul 06.00 pagi bersama sang ibu, Kartiam (31), karena udara yang cukup dingin di pagi hari, serta hembusan angin yang cukup kencang di atas kapal, Ibunda Ega menyelimuti kain di kepala Ega yang mengeluh karena kedinginan.

“Ega saat itu saya pangku dalam pelukan, karena dingin di pagi hari, dia masih tidur, lalu saya selimuti karena kepalanya, karena kasihan melihatnya kedinginan”, terang Kartiam saat dimintai keterangan oleh tim relawan.

Dalam perjalanan, tanpa disadari, kain yang menyelimuti kepala Ega terbawa angin dan menyangkut pada besi pemutar motor kapal. Dalam sekejap, kain yang mengencang karena tarikan putaran motor kapal juga menarik rambut Ega yang cukup panjang hingga melepaskan kulit kepalanya. Seketika itu pula darah yang cukup banyak membasahi baju dan rok ibunda Ega.

Ega yang masih berteriak dan menangis kesakitan saat itu langsung dibawa ke Puskesmas Mandah yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Karena kondisi Ega yang cukup parah, ia mesti dirujuk ke RSUD Puri Husada yang memiliki peralatan lebih lengkap. Bustami, ayah Ega pun langsung membawanya ke RSUD Puri Husada yang berjarak 3 jam perjalanan menggunakan speedboat.

Hingga kini Ega masih dirawat secara intensif di UGD Puri Husada hingga kondisinya mulai membaik. Namun, keluarga Ega tidak mampu memenuhi semua biaya perawatan Ega, karena mereka belum terdaftar pada program jaminan kesehatan apapun. Syukur banyak pihak yang membantu keluarga Ega untuk mendapatkan jaminan kesehatan dan meringankan beban biaya mereka untuk perawatan Ega.

“Kami bukan keluarga yang berkecukupan, jujur saya bingung harus bagaimana”, keluh Bustami, kepada tim relawan.

Saat ini Ega sudah 3 hari menjalani perawatan intensif. Lokasi rumah sakit yang cukup jauh dari tempat tinggal keluarga pun memberikan beban biaya yang cukup besar bagi keluarga yang harus pulang dan pergi dari rumah sakit.

Rumah Yatim Cabang Riau, melihat kondisi keluarga Ega yang sedang kesulitan, bergerak memberikan bantuan tunai peduli sesama untuk membantu meringankan beban biaya pengobatan. Tim relawan juga membawakan buah-buahan serta susu dan bahan pokok lainnya untuk keluarga Ega yang berjaga di rumah sakit menemani Ega.

Kedua orangtua Ega mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang disalurkan Rumah Yatim hari ini. Mereka juga mendoakan agar segala kebaikan yang diberikan para donatur diberikan balasan yang berlipat ganda oleh Allah SWT.

“Terima kasih Rumah Yatim atas kedatangannya, walaupun cukup jauh, tapi tetap bisa sampai menengok anak kami dan memberikan bantuan untuk kami”, ucap Bustami

Kepala Cabang Rumah Yatim Pekanbaru, Ramdan Burhanudin, mengaku sangat prihatin atas kejadian yang menimpa Ega. Ega yang baru selesai mendaftar sekolah rencananya akan mulai sekolah di SD setempat, namun kini mungkin rencana ini tak akan bisa terlaksana dalam waktu dekat.

“Bantuan ini mungkin tak banyak, tapi kami berharap semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban keluarga, semoga Ega cepat sembuh dan dapat berkumpul bersama keluarga seperti sediakala juga bisa mulai sekolah seperti teman sebayanya”, tutup Ramdan.

Penulis: Alif Shafwan

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend