Rumah Yatim dan Small Kindness Bangladesh Akan Realisasikan Program Kemanusiaan

Rumah Yatim dan Small Kindness Bangladesh Akan Realisasikan Program Kemanusiaan

Tim Relawan Rumah Yatim Arrohman Indonesia telah sampai di Bangladesh. Pada kunjungannya di hari pertama, Rabu (9/5), Tim Relawan Rumah Yatim mengunjungi salah satu lembaga kemanusiaan asal Bangladesh, Small Kindness Bangladesh. Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian Rumah Yatim dalam membantu para pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Menurut pemaparan Wakil Direktur Utama Rumah Yatim Arrohman Indonesia, Abdurrahman, lembaga Small Kindness Bangladesh merupakan organisasi yang fokus terhadap anak-anak yatim. Selain itu, mereka juga merupakan lembaga yang membantu para pengungsi Rohingya yang ada di negaranya. Kunjungan tersebut, kata dia, merupakan salah satu koordinasi dan untuk mengetahui kondisi terbaru para pengungsi.

“Dari hasil pertemuan menghasilkan beberapa gambaran tentang kondisi terakhir, dimana para pengungsi rohingiya masih memerlukan banyak bantuan dari saudara-saudara muslim di dunia,” papar Abdurrahman, dalam waktu senggangnya melalui pesan singat WhatsApp, Rabu (9/5) malam.

Abdurrahman mengatakan, beberapa program yang akan direalisasikan meliputi bantuan pokok makanan untuk 1000 keluarga, bantuan makanan siap saji dengan menyembelih 5 ekor sapi. Hal ini guna memenuhi gizi anak anak yang ada di pengungsian, serta bantuan ini akan diberikan kepada 500 keluarga.

Selain itu, kata dia, bantuan lain yang akan diberikan Rumah Yatim meliputi peralatan sekolah bagi anak di pengungsian, serta beberapa pembangunan rumah untuk keluarga yatim.

“Itu beberapa program yang telah disepakati untuk segera direalisasikan antara dua pihak mulai tanggal 10 sampai 15 Mei yang akan datang,” tutup Abdurrahman.

Disampaikan Abdurrahman, Pengurus Small Kindness Bangladesh, mr. Abu Hurairah mengatakan, para pengungsi Rohingya masih membutuhkan bantuan. Bantuan tersebut, kata mr. Abu Hurairah meliputi bahan pokok makanan, tempat tinggal, serta keperluan hidup di pengungsian. Apalagi, saat ini di Bangladesh sedang musim penghujan.

“Mereka tinggal di tenda pengungsian dan masih rawan dari segi kesehatannya. Bahkan persoalan yang lebih serius seperti tempat tinggal kurang layak, dan mereka harus tinggal ditemat yang masih terkena hujan,” ungkap Abdurrahman.

 

Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-05-10 13:46:55

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend