Rumah Yatim dan Small Kindness Targetkan Program Jangka Panjang

Rumah Yatim dan Small Kindness Targetkan Program Jangka Panjang

Relawan Rumah Yatim melakukan koordinasi akhir dengan jajaran pengurus lembaga kemanusiaan, Small Kindness, di Dhaka, Bangladesh, Kamis (17/5) malam. Koordinasi ini ditempuh untuk membahas tindak lanjut program lainnya di waktu yang akan datang.

Menurut pemaparan relawan kemanusiaan Rumah Yatim, Abdurrahman, dirinya beserta Sinu Tontori bertemu dengan pimpinan Small Kindness Bangladesh, Ridwan. Pada pertemuan tersebut sejumlah program lanjutan dibicarakan. Program-program tersebut nantinya akan diperuntukan bagi warga Rohingya di pengungsian Bangladesh.

“Kami juga membicarakan tentang beberapa proyek ke depan,” papar Abdurrahman.

Sejumlah proyek yang dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya ialah program Ramadhan, program sarana dan prasarana pendidikan bagi anak Rohingya, program pangan, serta program kesehatan. Selain itu, program yang akan dilaksanakan ialah bantuan untuk kegiatan keagamaan.

“Program ini untuk membantu para pengungsi Rohingya di Bangladesh,” lanjutnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Ridwan menyampaikan ucapan terima kasih dan juga apresiasi atas bantuan yang diberikan Rumah Yatim. Dia juga mengucapkan rasa syukur atas bantuan dan dukungan para donatur Rumah Yatim serta masyarakat Indonesia.

Sejauh ini menurut data yang diterima jurnalis Rumah Yatim, ada sekitar 1,5 juta warga Rohingya yang tinggal di pengungsian Bangladesh. Seluruh pengungsi hidup dengan kondisi yang memprihatinkan. Bahkan 30 persen di antaranya merupakan anak-anak dan balita yang masih membutuhkan bantuan.

“Harapan dia ke depan Rumah Yatim bisa terus bekerjasama untuk menuntaskan permasalahan Rohingya yang ada di Bangladesh,” kata Abdurrahman.

Selama satu pekan berada di pengungsian Bangladesh sejumlah program telah direalisasikan. Program tersebut diterima langsung oleh para pengungsi Rohingya yang tersebar di sejumlah group camp yang berada di Cox’s Bazar Bangladesh. Di antaranya program bantuan pangan, program bentuan perlengkapan pendidikan, program bantuan kebutuhan kesehatan anak, program pemenuhan gizi anak, serta bantuan masjid.

“Masih banyak program yang ketika tim relawan melihat langsung ke lokasi pengungsian yang harus dibantu terutama MCK,” ungkapnya.

Bahkan, kebutuhan yang lebih utama ialah bagi masa depan anak Rohingya. Bantuan tersebut merupakan sarana belajar untuk anak. Di pengungsian sendiri terdapat home care yang masih banyak kekurangan. Bahkan, lokasi belajar tersebut tidak mampu menampung seluruh anak Rohingya.

“Bahkan ribuan anak terlantar yang ada di sana. Mudah-mudahan Rumah Yatim bisa berkontribusi di program-program yang masih belum menyentuh para pengungsi Rohingya yang ada di Bangladesh,” tutup Abdurrahman.

 

Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-05-18 12:07:48

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Powered by

Send this to a friend