Rumah Yatim Galang Dana Bantu Sediakan Tempat Layak Huni Bagi Waru

Untuk ketiga kalinya tim relawan Rumah Yatim Tegal berkunjung ke kediaman Waru (80), lansia sebatang kara yang tinggal di gubuk tak layak huni di Desa Karangmulya RT 04 RW 05 Suradadi, Tegal. Jika sebelumnya tim berkunjung untuk memberikan santunan, kali ini tim berkunjung untuk mengukur tanah dan mencatat bahan bangunan apa saja yang perlu dibeli.

Seperti halnya TPQ Al Kautsar, Rumah Yatim pun akan menggalang dana untuk merenovasi rumah Waru. Metode penggalangan dana yang digunakan pun sama seperti metode penggalangan dana renovasi TPQ Al Kautsar, yakni dengan penggalangan dana online melalui platform kitabisa.com dan donasi online Rumah Yatim.

“Sekarang kami sedang melakukan pengukuran tanah, mencatat bahan bangunan apa saja yang dibutuhkan. Agar kami bisa menentukan jumlah dana yang dibutuhkan untuk merenovasi rumah Mbah Waru,” kata Kepala Cabang Tegal, Jajang, Jumat (3/8).

Ia mengatakan, akan merenovasi total kediaman Waru, agar lansia ini bisa tinggal di tempat yang nyaman, tentunya layak huni. Tim pun berencana akan membangunkan kamar mandi untuk Waru, agar ia tidak perlu lagi meminta air kepada tetangga untuk melakukan bersih-bersih.

“Insya Allah kalau dananya sudah terkumpul cukup, kami akan merenovasi rumah dan kamar mandi Mbah Waru. Kami akan membangunkan rumah dan kamar mandi layak, mohon doanya semoga apa yang kami rencanakan ini bisa terealisasi dengan baik,” papar Jajang.

Ia juga mengatakan, jika Waru tampak sangat bahagia ketika mengetahui rumah dan kamar mandinya akan direnovasi. Ia tak sabar menanti rumah barunya, yang nyaman, tanpa harus kedinginan dan terkena cipratan air hujan.

Rumah Waru hanya sebuah rumah satu petak dengan ukuran 4 x 4 meter. Atapnya bocor di sana sini, lantainya beralaskan tanah dan dindingnya dari kain bekas. Tak terbayang jika di malam hari, Waru mesti menahan dingin malam yang menembus lewat kain bekas tersebut. Tak terbayang pula jika ia mesti kebasahan terkena cipratan hujan dari atap dan dinding kain.

Kamar mandi waru pun hanya berukuran 1×1 meter, tanpa atap dan hanya dihalangi bekas atap seng. Tidak ada saluran pembuangan dan air di kamar mandi Waru, jika ia ingin mandi atau sekedar buang air kecil, ia selalu meminta bantuan warga untuk membawakannya air.

 

Di tulis oleh : Sinta Guslia Pada tanggal 2018-08-03 11:33:40

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat