Rumah Yatim Jatim Sambangi dan Santuni Titania, Bocah Penderita Kanker Mata Stadium Akhir Asal Surabaya

Rumah Yatim cabang Jawa Timur yang didampingi Nanang dari TKSK Tandes, pada Rabu (03/11) kemarin bersilaturahmi ke kediaman Titania Oktavia Arsela Senorital (8), bocah penderita kanker mata stadium akhir yang tinggal di Jl. Raya Tubanan No. 5, RT 03 RW 09 Kel. Karangpoh, Kec. Tandes, Kota Surabaya.

Saat ditemui, kondisi Titania hanya bisa terbaring lemah di kasurnya. “Beginilah kondisi Titania sekarang, kanker ini sudah menyebar keseluruh tubuh dia. Sekarang Titania tidak bisa berjalan, kedua matanya sudah tidak bisa melihat dan telinganya sudah tidak bisa mendengar,” ungkap Sri Sunarmi (40), ibu Titan sembari menangis.

Saat ini Sunarmi hanya bisa berdoa supaya anaknya tersebut nisa sembuh. Berkali-kali ia pun meminta kepada tim relawan Rumah Yatim supaya mendoakan kesembuhan anaknya tersebut. “Meskipun usia Titania divonis tidak akan lama lagi, tapi saya yakin akan sebuah keajaiban doa,”ucapnya.

Sunarmi bercerita, awal mula penyakit tersebut muncul akibat Titan terjatuh dan bagian kepalanya terbentur.

“Awalnya Titan itu jatuh sekitar tahun 2019, tapi dia gak bilang. Seiring berjalannya waktu, Titan mengeluh gak bisa lihat, katanya samar-samar. Akhirnya saya periksakan, ternyata ada gumpalan darah yang membuka, dan menjadi tumor,” katanya.

Usai mengetahui hal itu, dokter menyarankan jika Titan harus menjalni operasi agar tumor di mata Titan tidak menyebar.

“Kalau gak segera dioperasi dokter bilang jika mata Titan akan keluar ke depan. Akhirnya pada bulan Mei 2020 Titan menjalani operasi pertama dan menjalani kemoterapi. Bahkan saat itu, anak saya sempat lumpuh, dan dari hasil operasi masih ada sisa tumornya,” ungkap Sunarmi.

Sunarni mengaku jika sudah satu tahun lamanya Titan tidak kembali berobat karena keterbatasan biaya. Pasalnya untuk memenuhi kebutuhan berobat Titan, ia hanya mengandalkan bantuan dari orang-orang baik di sekelilingnya.

“Waktu operasi itu kita semua umum biaya pribadi. Saya sampai jual tanah sepeda dan beberapa barang elektronik untuk mencukupi kebutuhan biaya pengobatan. Kadang juga ada bantuan untuk memenuhi kebutuhan Titan. Karena untuk saat ini saya hanya kerja bantu-bantu apa yang saya bisa , ayahnya juga kadang ada kerjaan kadang enggak karena kerjanya kalau ada panggilan,” terangnya.

Ia melanjutkan, pada September lalu, kondisi Titan semakin menurun, setelah melakukan pemeriksaan ternyata Titan divonis menderita kanker stadium akhir.

“Sudah dua bulan Titania tidak makan nasi, dia hanya bisa minum susu dan air es. Kaki Titania pun semakin mengecil, setiap kali Titania merasa sakit pasti ia memukul-mukul badannya, bahkan mandi dengan air es sudah menjadi keharusan bagi titan agar bisa sedikit meredakan rasa sakitnya” tutur Sunarmi.

Merespon hal tersebut, Ramdhan Burhanudin selaku kepala cabang Rumah Yatim Jatim, memberikan bantuan nutrisi dan bantuan tunai peduli sesama untuk Titania.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu meringankan beban bu Sunarmi, serta bisa membantu proses penyembuhan de Titania. Semoga Allah mengangkat penyakit de Titania dan memberikannya kesehatan,”ungkap Ramdhan Burhanudin.

Sembari menangis, Sunarmi mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim yang berkenan melihat kondisi keadaan anaknya, ia pun mengucapkan terimakasihnya kepada para donatur Rumah Yatim yang sudah memberikan bantuan ini.

“Semoga menjadi keberkahan buat kami, Rumah Yatim dan para donatur. Semoga Allah membalas semua kebaikan Rumah Yatim dan para donatur. Mohon doanya untuk kesembuhan anak saya Titania,” harap Sunarmi.

Sinta Guslia

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend