Rumah Yatim Kalbar Kunjungi dan Santuni Manzha, Pasien Kanker Kulit di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie

Rumah Yatim cabang Kalimantan Barat mengunjungi Manzha Wahyudi (25), pasien penderita kanker kulit RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Jl. Komodor Yos Sudarso No.1 Kec. Pontianak Barat.

Kunjungan tersebut, selain untuk melihat kondisi Manzha, juga untuk memberikan semangat dan bantuan biaya hidup berupa uang tunai.

“Bantuan ini diberikan untuk membantu biaya pengobatan Manzha, mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat dan bisa menjadi penyemangat untuk Manzha dalam melawan penyakitnya, semoga kondisi Manzha bisa terus membaik setiap harinya,” ujar Abdurrohim kepala cabang Rumah Yatim Kalbar.

Abdurrohim menuturkan jika Manzha sudah dirawat di rumah sakit sejak seminggu yang lalu. Kondisi Manzha saat ini tampak sangat lemah, karena di hari Kamis (29/9) kemarin, bola mata sebelak kiri Manzha pecah akibat kanker tersebut.

“Kanker kulit yang diderita Manzha sudah menggerogoti tubuhnya dan membuat bola mata kirinya pecah. Meskipun begitu, Mahza tetap memiliki keyakinan tinggi untuk sembuh. Ia akan terus berjuang untuk sembuh, agar bisa membantu ibunya mencari nafkah dan membiayai sekolah adiknya,” tutur Abdurrohim.

Di rumah sakit, Manzha hanya ditemani ibunya Kartina (46), ayah Manzha sudah meninggal dua tahun lalu. Adik pertama Manzha kerja serabutan untuk membantu memenuhi kebutuhan harian, sementara adik keduannya masih sekolah.

Menurut Kartina, Manzha divonis kanker kulit sejak empat tahun lalu. Semenjak itu, ia dan anaknya sering bolak balik rumah sakit.

Untuk memenuhi kebutuhan harian dan pengobatan Manzha, Kartina bekerja sebagai penjaga warung dengan upah 50-60 ribu perharinya.

“Penghasilan saya masih sangat kurang untuk pengobayan Manzha. Untuk itu saya jual semua barang yang bisa dijual, saya akan melakukan apapun untuknya,” ucap Kartina.

Ia pun melanjutkan jika bantuan dari Rumah Yatim menjadi bantuan pertama yang diterima Manzha. Selama sakit 4 tahun, anaknya belum pernah menerima bantuan dari pihak manapun. Bahkan bantuan PKH pun ia tidak menerimanya.

“Bantuan ini merupakan bantuan pertama yang diterima Manzha, terima kasih Rumah Yatim atas kepedulianya, saya sangat terharu, bantuan ini sangat berarti untuk Manzha. Semoga Rumah Yatim semakin besar, agar semakin banyak lagi membantu warga yang membutuhkan. Mohon doanya semoga anak saya bisa sembuh,” tutur Kartina.

Sinta Guslia

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend