Rumah Yatim Mataram Lakukan Assessment Bantuan Pendidikan Bagi Riyan

Riyan (8) merupakan salah satu bocah yatim piatu yang memiliki nasib kurang beruntung. Ia tidak bisa sekolah lantaran tidak adanya biaya untuk operasional sekolah dan membeli peralatan sekolah. Untuk makan sehari-hari pun terbilang sulit.

Sejak balita hingga kini, ia tinggal berdua bersama neneknya di sebuah gubuk kecil. Gubuk tersebut berukuran 2 x 3 meter, dan hanya berdinding terpal dan beralaskan tanah.

Senin (5/8) lalu, tim Rumah Yatim Cabang Mataram mengunjungi kediamannya di Dusun Sapit, Batu Kliang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Kunjungan tersebut untuk melakukan assessment terkait pemberian bantuan biaya pendidikan.

Relawan Rumah Yatim Mataram, Salma Hasanah menuturkan, kondisi Riyan sangat memprihatinkan. Hidupnya berada di bawah garis kemiskinan seolah luput dari perhatian pemerintah setempat.

“Ada salah satu anak yang kurang beruntung, dia gak sekolah, ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya dan sudah bertahun-tahun gak balik, sekarang tinggal sama neneknya di rumah yang jauh dari kata layak,” papar Salma.

Menurutnya, Riyan adalah salah satu anak bangsa yang harus diselamatkan dan berhak mendapat pendidikan. Bahkan tim Rumah Yatim berencana untuk membawanya ke Asrama Mataram untuk menjadi anak asuh. Hal itu agar mendapat kehidupan dan pendidikan yang layak.

Namun neneknya tidak mengizinkan, lantaran tidak ada yang menemani di usia senjanya. Oleh karena itu, Riyan bisa tetap tinggal di rumah tersebut, dan Rumah Yatim Mataram berupaya akan memfasilitasi semua kebutuhan pendidikan Riyan.

Rencananya, bantuan yang diberikan mulai dari peralatan sekolah hingga uang saku pendidikan. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan masa depannya. Supaya Riyan memiliki harapan cita-cita dan bisa mengubah taraf hidupnya di masa yang akan datang.

“InsyaAllah Rumah Yatim yang akan memfasilitasi semuanya. Mulai dari seragam sampai uang saku, yang penting anak ini sekolah, kasian masa depannya. Jadi biar kita yang urus, karena ini kan salah satu kewajiban kita penyaluran itu harus tepat sasarannya,” tutur Salma.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend