Rumah Yatim NTB Bangun Rutilahu untuk Riyan dan Neneknya

Rumah kecil berukuran 2,5 x 3,5 meter yang terbuat dari bilik bambu dan terpal itu terlihat kumuh dan reot. Beratapkan asbes dan kayu yang telah banyak lubang bahkan hanya beralaskan tanah tanpa karpet. Di dalam rumah itulah Riyan dan neneknya (80) hidup dalam keterbatasan

Ketika musim kemarau, Riyan dan neneknya harus merasakan panasnya terik matahari. Begitu juga ketika musim hujan, tetesan air masuk membasahi seisi rumah.

Riyan dan neneknya merupakan keluarga dhuafa yang saat ini tinggal di sebuah rumah tidak layak huni, di Dusun Sapit, Desa Batu kliang, Kabupaten Lombok Tengah. Atas kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Mataram NTB memberikan program bantuan Rumah Layak Huni (Rutilahu) bagi keluarga dhuafa tersebut.

Pada Senin (7/10) lalu, pembongkaran telah dilakukan untuk merenovasi rumahnya. “Program Rutilahu ini diberikan karena tempat tinggalnya sangat mengkhawatirkan. Setelah ada desakan dari tokoh masyarakat sekitar akhirnya dirobak, karena khawatir kalau hujan suka kehujanan, dan kalau panas yah kepanasan,” jelas Amir Sumarna, Kepala Cabang Mataram NTB.

Ia mengungkapkan, neneknya merupakan seorang janda, setiap hari dia harus berjuang hanya untuk sekadar sesuap nasi bersama cucunya, Riyan. Rumah kayu yang tidak layak huni itu menjadi tempat berlindung satu-satunya bagi mereka. Oleh karena itu, bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian tim Rumah Yatim agar mereka bisa hidup di sebuah rumah yang layak huni.

Kemudian, tim relawan Rumah Yatim juga akan membuatkan dapur secara terpisah. Karena sebelumnya dapur dengan tempat tidurnya menyatu di satu ruangan kecil. Hingga sejauh ini, pada Rabu (9/10) tahap pembangunan telah mencapai 30 persen, dan diperkirakan akan selesai pada Minggu (13/10) mendatang.

“Semoga bisa cepat selesai, dan Riyan beserta Papunya (nenek) bisa tinggal dengan nyaman tanpa harus kepanasan dan kehujanan lagi,” pungkasnya. Sebelumnya, Riyan sempat terlantar dan tidak sekolah karena tidak ada biaya. Kemudian tim Rumah Yatim memberi bantuan pendidikan agar Riyan bisa sekolah untuk menyelamatkan masa depannya.

 

 

Jurnalis: Dila Nurfadila
Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat