Rumah Yatim NTB Dukung PJJ Anak Yatim Lewat Bantuan Handphone

Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar di sekolah berubah menjadi sistem daring. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) harus dijalankan oleh mayoritas anak di Indonesia. Hal itu dilakukan dengan menggunakan telepon pintar atau perangkat komputer.

Namun, tidak semua anak Indonesia beruntung memiliki perangkat yang digunakan belajar online tersebut. Salah satunya, dua anak di Lombok Barat, dan empat anak di Lombok Tengah yang kesulitan mengikuti PJJ, karena tak punya perangkatnya.

Berdasarkan informasi dari Kepala Cabang Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat, Amir Sumarna mengatakan, kondisi keluarga keenam anak itu memang di bawah garis kemiskinan. Mayoritas anak yatim yang tinggal bersama neneknya.

Diketahui, neneknya bekerja sebagai buruh serabutan serta berjualan sayuran dan sisa ikan dari nelayan. Menurutnya, penghasilan yang didapat tidak mencukupi kebutuhan pangan maupun pendidikan anak. “Untuk makan saja sulit, apalagi untuk membeli handphone,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang NTB memberikan telepon pintar kepada enam anak yatim dhuafa itu, pada Kamis (15/10). Amir menjelaskan, penyaluran handphone ini merupakan bentuk dukungan bagi pendidikan anak yatim.

Ia berharap, bantuan yang diberikan Rumah Yatim ini dapat digunakan sebaik mungkin. “Semoga bermanfaat dan anak bisa belajar jarak jauh seperti anak-anak lainnya. Jadi tak ada lagi alasan untuk putus sekolah, mudah-mudahan merek menjadi anak yang pintar dan berbakti,” tutupnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend