Rumah Yatim Renovasi WC Kurang Layak di Komplek Wengga

Kondisinya cukup memprihatinkan, hanya berdinding terpal tanpa atap dan pintu permanen. Tiang penguat hanya terbuat dari batang pohon alakadarnya. Tidak ada sumber air yang secara langsung digunakan. Namun, menjadi tempat vital kebutuhan masyarakat di Komplek Wengga (Pembataan), Kelurahan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Hampir seluruh masyrakat yang ada di wilayah tersebut menggunakan WC yang dibuat secara alakadarnya itu. Setiap harinya, warga sekitar harus bergantian untuk bisa memakai sarana publik satu-satunya yang ada di lokasi itu.

Menurut rlawan Rumah Yatim Area Kalimantan, Agum Andasmara, WC umum tersebut berlum berfungsi secara normal seperti hal biasanya. Masyarakat sekitar harus terlebih dahulu membawa air jika ingin menggunakan WC itu.

“Hanya saluran buang saja, jadi warga sekitar harus cari air dulu jika ingin menggunakan WC,” ujarnya, Minggu (3/2).

Bahkan salah satu sumber air terdekat dari WC itu ialah mushola yang tidak jauh dari lokasi. Menurut Agum, sekitar 10 hingga 15 kepala keluarga selalu menggunakan sarana publik yang terbilang kurang layak tersebut.

Melihat kondisi itu, sambung Agum, Rumah Yatim Area Kalimantan mencoba memberikan bantuan lewat program sarana publik. Bantuan tersebut berupa pembangunan tembok dan atap secara permanen. Bahkan, WC tersebut saat ini sudah memiliki pintu yang kokoh.

Ia menambahkan, pemberian bantuan tersebut diharapkan bisa membuat masyarkaat sekitar lebih nyaman dalam memanfaatkannya. Terlebih, bantuan itu merupakan wujud kepedulian Rumah Yatim kepada sesama. Saat ini, kata Agum, masyarakat bisa dengan leluasa menggunakan WC tersebut.

“Alhamdulillah respon masyarakat di sini menyambut dengan baik niatan kami untuk membantu mereka, dan mereka juga sangat senang. Mudah-mudahan bisa meringankan salah satu beban mereka,” ungkapnya.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend