Rumah Yatim Sambangi Desa Perbatasan Gelar Layanan Kesehatan Gratis

Rumah Yatim Sambangi Desa Perbatasan Gelar Layanan Kesehatan Gratis

Sejak pagi terlihat puluhan orang berbondong-bondong mendatangi Diniyah Al Hamdan, di Dusun Palasah, Desa Palasari, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, biasanya tempat ini ramai dikunjungi oleh anak-anak untuk menimba ilmu.

Pagi itu Diniyah didatangi oleh puluhan lansia, ibu-ibu, bapak-bapa,k hingga kaum muda. Hanya berbekal selembar fotocopy KTP dan KK, mereka begitu antusias untuk melakukan pengecekan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Rumah Yatim.

Layanan kesehatan masyarakat dimulai sejak pukul delapan pagi, namun sejak pukul enam pagi masyarakat sudah berbondong-bondong memenuhi ruangan. Hingga sore hari, sebanyak 222 orang sudah mendapatkan layanan pengobatan gratis. Mulai dari melakukan penimbangan berat badan, pengecekan tensi darah, pemeriksaan kesehatan, konsultasi dengan dokter hingga mendapatkan obat.

Desa yang terletak di ujung perbatasan Sumedang-Majalengka ini termasuk desa yang pelosok dan jauh dari pusat kota. Sehingga jarak tempuh menuju Puskesmas maupun Rumah Sakit terbilang cukup jauh.

“Kalau ke Puskesmas sejauh 2 km atau sekitar satu jam, tapi kalau ke Rumah Sakit untuk penyakit yang berat itu jaraknya sekitar dua jam setengah, karena harus ke Majalengka,” kata Mitra Rumah Yatim, Nia Rahmayani, Sabtu (30/11).

Sebagian masyarakat di sini bekerja sebagai petani, buruh, dan bekerja keluar sebagai TKI/TKW. Terlebih desa tersebut banyak dihuni oleh para lansia dan orang sakit. Sehingga mereka tidak memiliki biaya yang cukup untuk pergi memeriksakan kesehatan.

Ibu Acah (57) misalnya, sudah beberapa minggu ia mengeluhkan kondisi kesehatannya. Ia mengaku, tidak seperti biasa dirinya menjadi lebih sering buang air kecil. Perasaan khawatir mulai menyelimuti batinnya, ia takut terkena gejala penyakit gula seperti yang orang lain katakan. Namun dia tidak memiliki cukup uang untuk memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas maupun Rumah Sakit.

“Sudah beberapa minggu ini ibu menjadi sering buang air kecil, tidak seperti biasanya. Kata orang ada gejala penyakit gula. Ibu belum pernah ke Puskesmas untuk periksa, dan Alhamdulillah sekarang ada bantuan layanan kesehatan dari Rumah Yatim jadi ibu bisa periksa dan dikasih obat juga,” tuturnya.

Kegiatan ini mendapat respon yang sangat positif, Tokoh Agama setempat, Asep Amin mengungkapkan, dirinya begitu bersyukur atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Rumah Yatim. “Alhamdulillah kegiatan ini positif sekali, masyarakat jadi bisa berobat dengan mudah.
Saya berharap mudah-mudahan Rumah Yatim lebih sering membantu dan mengadakan kegiatan seperti ini,” harapnya.

Selain itu, dokter juga mendatangi beberapa warga yang sakit dan tidak mampu datang ke lokasi. Sebanyak tujuh orang didatangi ke rumahnya masing-masing untuk dilakukan pemeriksaan.

 

 
Jurnalis: Tanti Sugiharti
Redaktur: Anjar Martiana

Related posts

Leave a Comment

Open chat