Rumah Yatim Tegal Selamatkan Masa Depan Syahrul

Rumah Yatim Tegal Selamatkan Masa Depan Syahrul

“Saya putus asa pak, sampai kepikiran ingin menjual anak saya,” keluh Yuda Kusumandari kepada Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal Jajang Khoeruman.

Keputusannya untuk menjual anak bungsunya Tarisi (3) adalah karena dia merasa sudah tidak sanggup lagi membiayai putranya itu. Sebagai buruh lepas yang banyak menganggurnya, pria kelahiran Tegal, 10 Sepember 1976 ini hidup dalam kemiskinan. Sudah empat kali dia pindah-pindah tempat kontrakan, karena sering dikeluarkan oleh pemilik kontrakan. Ia tidak mampu membayar. Kini dia bersama dua anak dan istrinya Siti Shofuroh mendapatkan kontrakan yang lebih murah. Tapi dia pun masih kebingungan membayarnya di bulan depan.

Untuk membayar kontrakan sebelumnya dan juga kebutuhan sehari-hari, dia bercerita mendapatkan warisan dari orang tuanya. Warisan itu dia belikan motor untuk modal, bayar kontrakan dan biaya sehari-hari. Namun semuanya habis terjual dan kini dirinya tidak memiliki apapun untuk dijual. Kini dia tinggal di kontrakan dengan luas tiga meter persegi. Hartanya hanya kasur busa lepet dan anak istrinya saja, tak ada lemari tak ada barang-barang yang berharga. Bahkan untuk sehari-hari, dia bingung dengan apa anaknya akan makan.

Kondisi kemiskinan itu, membuat salah satu anaknya Muhammad Syahrul Ndatiromadon yang akrab disapa Syahrul merasa minder. Menurut keterangan Yuda, sudah satu bulan Syahrul tidak ke sekolah. Banyak faktor yang membuat Syahrul tidak ke sekolah. Yuda menuturkan, mungkin karena kontrakan yang sekarang jauh dari sekolahnya tidak seperti dulu, ditambah karena fasilitas sekolah Syahrul yang berbeda dengan teman-temannya. “Mungkin dia minder, tas sekolahnya juga sudah robek-robek,” ungkapnya kepada Jajang.

Untuk mendapatkan uang jajan, Syahrul pun sering mencari pekerjaan menjadi suruhan dari para tetangganya. Karena dia tidak mungkin meminta uang kepada kedua orangtuanya. Jangankan untuk uang jajan untuk kebutuhan sekolahnya pun orangtuanya tidak sanggup membiayai.

Karena itu Yuda pun menuturkan, keinginannya untuk menitipkan anaknya ke Rumah Yatim sebagai upayanya agar kehidupan anaknya bisa lebih baik dari pada dirinya. Dia berharap Rumah Yatim bisa membantu keluarganya agar keluar dari kesulitan.

Setelah melakukan survei ke rumah Yuda, selanjutnya ke sekolah Syahrul dan mendapatkan kebenaran yang sangat miris kondisi Syahrul yang tidak pergi sekolah selama satu bulan. Ternyata menurut keterangan gurunya, Syahrul pun belum membayar buku LKS dan lain sebagainya. Karena itu, pihak sekolah pun amat sangat berterima kasih kepada Rumah Yatim yang sudah menyelematkan masa depan Syahrul yang hampir putus sekolah.

“Alhamdulillah kini Syahrul sudah tinggal di asrama, awalnya dia tidak betah dan ingin pulang terus, tapi setelah keempat harinya dia mulai beradaptasi dan senang diam di Rumah Yatim,”

Banyak perubahan positif semenjak satu minggu Syahrul tinggal di Rumah Yatim. Kini dia lebih rapih, lebih terawat dan lebih ceria ketimbang sebelumnya.

 

Di tulis oleh : Enuy Nurhayati Pada tanggal 2018-04-07 17:24:13

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend