Rumah Yatim Tegal Takziyah dan Beri Santunan Bagi Keluarga Iroh

Rumah Yatim Tegal Takziyah dan Beri Santunan Bagi Keluarga Iroh

Sudah dua tahun nenek Kasri mendapat santunan rutin dari Rumah Yatim Tegal. Pada 16 April 2018, ia meninggal dunia dan meninggalkan kesedihan kepadaputri semata wayangnya, Iroh.

“Sesungguhnya adalah milik Allah apa yang Dia ambil, dan akan kembali kepada-Nya apa yang Dia berikan. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya ada jangka waktu tertentu (ada ajalnya). Maka hendaklah engkau bersabar dan mengharap pahala dari Allah SWT.” [HR Muslim].

Takziyah disunahkan Rasul dan Rasul pun mencontohkan untuk membaca hadits di atas. Karena itu, Rumah Yatim pun berkunjung untuk takziyah dan melihat kondisi keluarga yang ditinggalkan.

Raut kesedihan masih membayangi wajah Iroh. Namun ia ikhlas atas kepergian ibunya. Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Yatim yang sudah memberikan perhatian selama dua tahun kepada ibunya. Bantuan Rumah Yatim sangat membantu keluarganya yang memang hidup dalam kesederhanaan dan tinggal di atas tanah milik PT. KAI, yang pada bulan Mei 2018 mendatang rencananya akan di gusur. “Terima kasih Rumah Yatim sudah memberikan bantuan untuk ibu saya,” ungkapnya.

Iroh bekerja sebagai asisten rumah tangga dan suaminya seorang tukang batu yang memiliki penghasilan tak seberapa. Meski tenaga yang dikeluarkannya sangat besar untuk pekerjaan yang ditekuni. Tapi dengan bantuan dari Rumah Yatim setiap bulannya bagi Iroh itu sangat meringankan dirinya dan keluarga. Terutama almarhum ibunya yang sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi.

Kematian ibunya tak hanya meninggalkan duka namun juga menjadi awal keluarga kecilnya harus meninggalkan rumah yang sudah bertahun-tahun ditempati dirinya dan keluarganya. Teramat sedih hingga Iroh pun bingung entah harus kemana dia tinggal, saat nanti rumahnya di gusur.

“Kami masih bingung,” ujarnya kepada Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman.

Untuk meringankan beban Iroh yang dirundung kesedihan, Jajang pun akan menjadikan anaknya yang masih duduk di bangku SD menjadi anak asuh nonmukim Rumah Yatim Tegal. “Untuk bantuan sembako mungkin akan kami hentikan karena insya Allah Iroh dan suami cukup untuk keperluan sehari-harinya, tapi yang saat ini urgent dan harus diprioritaskan adalah pendidikan putranya,” papar Jajang.

 

 

Di tulis oleh : Enuy Nurhayati Pada tanggal 2018-04-25 19:53:07

 

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend