Saleh Idap Hidrosepalus 23 Tahun, Rumah Yatim Beri Bantuan

Saleh Idap Hidrosepalus 23 Tahun, Rumah Yatim Beri Bantuan

Di usia 23 tahun, Muhammad Saleh masih terbaring. Dia masih dimandikan orang lain, bahkan keperluan hajat hidupnya pun masih dilakukan oleh orang lain. Itu tentu bukan keinginannya, kehendak yang Maha Kuasalah yang menakdirkan dirinya seperti itu.

Sejak masih bayi, Saleh -sapaan akrabnya, menderita hidrosepalus. Karena tak ada biaya, ia pun dibiarkan begitu saja. Selain itu, ibunya meninggal dunia, membuatnya tak mendapatkan perawatan yang maksimal. Keberadaan ayahnya yang tak tau entah kemana membuat dia yatim piatu sejak lama.

Kini, dia diasuh oleh neneknya Inaq Edeng. Meski sudah tua, nenek yang bekerja sebagai petani ini berusaha untuk mengurus cucu kesayangannya yang semakin hari semakin lemah. Kaki-kakinya semakin mengecil, begitu pula dengan tangannya. Tapi Edeng tak sendiri, dengan sanak saudaranya di daerah Jembatan Kemba Gunung Gundil, dia mengurus Saleh secara bergantian meski dalam keterbatasan ekonomi.

Kondisi Saleh dan neneknya tersebut pun akhirnya menggerakan tim Rumah Yatim untuk datang menemui, memberikan perhatian yang belum diberikan oleh pihak manapun.

Salah satu tim Rumah Yatim NTB Salma Hasanah, yang berkunjung merasa tidak tega melihat kondisi Saleh yang sudah tak berdaya. Akhirnya memutuskan untuk memberikan dua santunan sekaligus yakni santunan sembako dan biaya hidup. Meski begitu, Rumah Yatim NTB berencana akan kembali memberikan santunan lainnya untuk Saleh dan neneknya dan akan mengupayakan penggalangan dana untuk Saleh agar bisa terbantu. “Kondisinya sangat mengprihatinkan, kamu akan mengupayakan penggalangan dana untuknya,” papar Salma.

 

Di tulis oleh : Enuy Nurhayati Pada tanggal 2018-04-09 16:56:16

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat