Salman Penderita Microcephalus Butuh Uluran Tangan dari Para Dermawan

Masa kanak-kanak Salman Taufik Rahman (8) terenggut. Pasalnya, ia divonis mengidap microcephalus sejak usia dua bulan. Hal tersebut ditandai dengan adanya kelainan perkembangan saraf. Di mana ukuran kepala jauh lebih kecil dari pada rata-rata ukuran kepala yang sesuai usia dan jenis kelaminnya. Dalam hal ini tengkorak dan otak tidak berkembang pada tingkat yang normal.

Kepada tim Rumah Yatim, ibunda Salman, Kiki Novianti menceritakan kisahnya. Saat usia dua bulan, ia menilai ada sesuatu yang tidak normal dari sang anak. Kemudian diperiksakan ke bidan dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Salman dinyatakan positif menderita microcephalus.

“Lahir normal, saat usia dua bulan saya curiga tangannya mengepal terus, saya coba periksain ke bidan lalu diukur lingkar kepalanya, katanya ukuran kepala lebih kecil sedangkan badannya gemuk dan katanya itu gak sesuai dengan anak seusianya,” jelas Kiki kepada tim jurnalis

Rumah Yatim.

Salman yang menghabiskan waktunya divkasur itu hanya bisa mengandalkan uluran tangan dan kasih sayang dari sang ibu yang merupakan single parent. Kiki hanya bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan yang pas-pasan. Setiap bulannya, Salman hanya menjalani serangkaian fisioterapi dokter. Untuk makan dan minum pun hanya bisa melalui selang yang terpasang dihidungnya.

“Sehari-hari ngerawat sendiri saja, kalau mau berangkat kerja dititipkan di kakeknya. Kadang suka pinjam ke sana ke sini buat biaya pengobatan Salman,” ungkapnya.

Tim Rumah Yatim datang menyusuri kediaman Salman, yang tinggal di sebuah kontrakan di belakang apartment Gateway Cicadas, Jalan Cikutra Gang Sekepondok Indah, Kota Bandung. Sejak ditinggalkan suami karena telah bercerai sejak Salman berusia dua bulan, membuat Kiki harus berjuang merawat Salman seorang diri.

Berbagai upaya terus ditempuh sang ibu agar Salman memiliki harapan untuk bisa berjalan, duduk dan berlari. Walaupun saat ini kemungkinan untuk sembuh normal layaknya anak-anak sudah tidak bisa. Tapi setidaknya Salman bisa hidup mandiri suatu saat nanti.

“Semoga Salman bisa lebih sehat, minimal di bisa lebih mandiri. Mudah-mudahan ada mukjizat Allah untuk Salman bisa duduk, dan berlari. Itu saja harapan saya, biar seperti anak yang lain,” pungkasnya.

Hal ini diungkapkan Solehudin selaku tim Rumah Yatim, bahwa Salman membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Usai mendengar kondisi Salman, tim relawan Rumah Yatim memberikan bantuan berupa santunan biaya hidup kepada keluarga kecil tersebut. Rumah Yatim pun berencana akan menggalang dana untuk kesembuhan Salman.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend