Samsu Nahar Andalkan Bantuan untuk Hidupi Dua Belas Anaknya

Samsu Nahar Andalkan Bantuan untuk Hidupi Dua Belas Anaknya

Saat terjadi penyerangan dan pembantaian terhadap masyarakat Rohingya, ratusan ribu bahkan jutaan orang mengungsi ke beberapa negara. Salah satunya, seorang ibu bersama 12 anaknya melarikan diri. Ialah Samsu Nahar (47), dengan membawa kedua belas anaknya, ia harus melalui pegunungan dan melintasi sungai untuk mengungsi ke Bangladesh. Sedangkan, suaminya meninggal saat pembantaian terjadi.

Bersama anak sulungnya, Jahid Husein (15), Samsu Nahar harus bekerja keras banting tulang untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil. Kini, ia bersama 12 anaknya itu tinggal di sebuah rumah bambu yang berderetan dengan rumah lain di tengah pengungsian. Rumah bambu tersebut hanya berukuran sekitar 5X3 meter, ditutupi oleh kain bekas dan atapnya oleh terpal.

“Saat kami masuk ke rumahnya, terasa begitu pengap dan panas. Selain karena memang cuaca yang panas. Ini pun karena terlalu banyak penghuni rumah sehingga terasa sesak dan panas. Tentu sangat tidak layak. Apalagi 13 orang harus hidup dalam rumah berukuran 5X3 meter,” ungkap relawan kemanusiaan Rumah Yatim, Abdurrahman.

Ia mengatakan, setiap harinya Samsu Nahar harus mencari bantuan untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan diri dan 12 anaknya. Samsu dan Jahid berjalan beberapa kilo meter untuk mencari bantuan ke berbagai tempat. “Itupun belum tentu dapat bantuan,” ujarnya. Pembimbingan dan pengawasan para tentara dan petugas yang ketat, sehingga cukup menyulitkan pengungsi mencari bantuan ke sembarang tempat.

Abdurrahman menambahkan, perjuangan Samsu dan Jahid ini luar biasa. Mereka harus menghidupi sebelas anak yang masih sangat kecil. Kebanyakan masih balita, dan yang paling kecil berusia tiga tahun. Sedangkan, yang sudah agak besar pun semuanya tidak melanjutkan sekolah. Ia menuturkan, ini adalah gambaran salah satu kehidupan pengungsi yang ada di Cox’s Bazar Bangladesh.

Ada sekitar 3550 anak yatim lainnya yang ada di Ghundum dan Bhalukali Camp Cox’s Bazar. Di mana sekitar 1824 anak yatim laki-laki dan 1726 anak yatim perempuan. “Mudah-mudahan sekelumit kisah Samsu Nahar ini bisa menjadi inspirasi untuk semakin menambah lahan amal baik kita. Mari sama-sama menyantuni dan memuliakan anak yatim. Terutama yang ada di Rohingya, yang menjadi korban kekerasan di Myanmar beberapa waktu lalu,” paparnya.

 

Di tulis oleh : Anjar Martiana Pada tanggal 2018-05-13 07:27:17

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend