Santuan Biaya Hidup Rumah Yatim NTB Bantu Beban Ekonomi Harian Syahirin

Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan santuan biaya hidup kepada seorang nenek tua yang mengalami kesulitan ekonomi, hingga rumahnya digadaikan untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya. Santunan diberikan di mushola, Dusun Beririjarak, Lombok Timur, Selasa (17/7).

Fapuq Syahirin demkian dia dipanggil, Dua bulan lalu rumahnya digadaikan, padahal hanya itulah harta satu-satunya yang dia milikinya. Syahirin tak punya pilihan lain. Untuk mempertahankan hidupnya, terpaksa dia harus merelakan harta paling berharganya tersebut.

“Terpaksa saya gadai untuk makan sehari-hari,” ungkapnya.

Rumah itu, bukan lah rumah besar yang layak untuk digadaikan, rumah itu sangat kecil yang hanya mampu menampung satu orang dan itu cukup untuk dirinya yang kini sebatangkara. Harga yang diberikan sekitar 2,5 juta, tapi dia sangat bersyukur meski digadaikan dia tak lantas kehilangan tempat tinggal, hingga kini dia masih tinggal di rumahnya tersebut.

“Fapuq Syahirin masih tinggal di rumah sepetak itu, jadi hanya memiliki hak pakai saja,” ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, Jana Amir Sumarna, saat memberikan santunan biaya hidup kepada Syahirin secara langsung.

Amir mengatakan, Fapuq Syahirin tak tahu bagaimana cara untuk menebus rumahnya tersebut, tapi dia tidak punya pilihan di masa tuanya, dia sudah tidak mampu bekerja dan menghasilkan uang. Tak ada anak, tak ada suami maupun sanak saudara. Tinggal seorang diri dan hanya menggantungkan hidup kepada para tetangga saja. “Saya bisa makan karena bantuan dari para tetangga,” tuturnya.

Tapi dia tak mau terus-terusan hanya menerima saja. Karena itu dengan tekad bulat diapun menggandaikan rumah itu. Uang hasil gadaian pun dia gunakan untuk keperluan dia sehari-hari, untuk makan dan lain sebagainya. Setidaknya untuk beberapa waktu, dia tak harus menunggu tetangga mengantarkan makanan kepadanya.

“Saya pakai untuk makan dan untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.

Kedatangan Amir dan tim Rumah Yatim lainnya sontak membuatnya bahagia. dari pagi dia sudah standby bersama teman-teman lansianya. Dia sangat bersyukur atas bantuan biaya hidup itu, karena apa yang diberikan Rumah Yatim sangat bermanfaat dan sangat dia butuhkan. Apalagi kini uang yang dia dapatkan dari gadaian itu sudah mulai habis.

“Kami sangat bersyukur apa yang diamanahkan donatur kepada kami, dapat diterima oleh mereka yang sangat membutuhkan biaya hidup seperti Fapuq Syahirin” ucap Amir.

 

Di tulis oleh : Enuy Nurhayati Pada tanggal 2018-07-20 19:20:08

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend