Satu Bulan Jadi Anak Asuh, Epi dan Sahrul Akui Betah Tinggal di Asrama Kemang

Satu Bulan Jadi Anak Asuh, Epi dan Sahrul Akui Betah Tinggal di Asrama Kemang

 

Sudah satu bulan lamanya, dua bersaudara Epi Abu Dawud (12) dan Sahrul Gunawan (7) menjalani aktivitasnya sebagai anak asuh asrama putra Rumah Yatim Kemang. Setiap hari mereka mengikuti berbagai kegiatan yang ada di asrama dengan semangat dan disiplin. Sebelumnya dua bersaudara itu merupakan penjual kangkung di kediamannya, di Desa Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Ayahnya hanya bekerja sebagai pemulung dan sang ibu mengidap gangguan jiwa, untuk itu, tim Rumah Yatim Regional Jabodetabek membawa nya ke Asrama Kemang, agar mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak demi masa depannya. Hal itu tentu nya dengan seizin orangtuanya. Kini sehari-harinya Epi dan Sahrul menjalani kehidupan baru sebagai anak-anak yang akan tumbuh di Asrama.

Seperti yang dikatakan Epi, bahwa dirinya sangat bahagia ketika berada di Asrama, karena menurutnya di tempat ini mereka bisa mengerjakan kegiatan positif, pengalaman baru serta menemukan keluarga baru yang akan menjadi cerita menarik ketika kembali ke kampung Halamnnya.

“Pas kesini, seneng soalnya banyak teman baru dan bisa belajar dengan seru bareng temen-temen. Apalagi kan di asrama semua kegiatan dilakukan dengan kerjsama jadi seneng aja.” Ujarnya dengan sumringah

Ia mengaku, kegiatan di asrama dengan di rumahnya sangat berbeda. Terutama ketika bangun pagi mereka harus terbiasa dengan shalat tahajud dan berjama’ah. Kemudian dilanjut dengan tadarus dan muroja’ah hafalan Qur’an. Hal senada pula diungkapkan sang adik, Sahrul, bahwa kesan pertama kali tinggal di Asrama sangat bahagia. Karena ia merasa menemukan keluarga baru.

“Disini bisa makan terus, pokonya betah apalagi umi nya baik banget sama aku jadi betah. Apalagi A Evi suka bantuin aku kalo kesusahan atau lagi kangen rumah. Seringnya umi abi asrama nenangin,” ujarnya dengan nada polos dan raut bahagia.

Menurut Nurlaila selaku ibu asrama Rumah Yatim Kemang, Evi dan Sahrul adalah anak yang terhitung cepat dalam beradaptasi sehingga ketika masuk ke asrama langsung akrab dan mudah menyesuaikan dengan lingkungan asrama. Ia bersyukur, setelah tinggal di Asrama, kondiis Epi dan Sahrul jadi terawat bahkan bobot tubuhnya menjadi tambah gemuk.

“Pas pertama kesini kondisi anaknya sangat kurus dan seperti tidak keurus. Tapi Epi dan Sahrul alhamdulillah bisa menyesuaikan kondisi asrama, bahkan kalo yang kecil nurut banget sama Abi dan Uminya jadi kalo mau pergi kadang suka ngerengek pengen ikut,” paparnya

Kata dia, yang terpenting adalah semangat belajar mereka perlu dijaga terutama di lingkungan yang baru, mereka harus intensif belajar untuk mengikuti semua rangkaian kegiatan Asrama. Ia berharap Epi dan Sahrul dapat menjadi anak yang mandiri dan membanggakan kedua orang tuanya.

 

 

 

Penulis : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend